iklan periskop
Perbankan

BSN Bukukan Laba Kotor Sebesar Rp643,6 Miliar Per Juli 2026

PT Bank Syariah Nasional mencetak laba kotor Rp643,6 miliar hingga Juli 2026. Hasil ini didorong oleh lompatan pembiayaan serta dana pihak ketiga.

3 jam yang lalu · 2 mnt baca
BSN Bukukan Laba Kotor Sebesar Rp643,6 Miliar Per Juli 2026
Kantor Cabang Bank Syariah Nasional (BSN) Tangerang. (Dok. BSN)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Bank Syariah Nasional berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp643,6 miliar hingga Juli 2026. Capaian positif tersebut mencatatkan lonjakan signifikan hingga 40% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan finansial ini disokong penuh oleh ekspansi nilai aset yang merangkak naik 22,2% hingga menyentuh angka Rp81,1 triliun. Selain itu, porsi pembiayaan tercatat melesat 25,7% menjadi Rp62 triliun, sementara perolehan Dana Pihak Ketiga ikut terdongkrak 14,8% menuju Rp64,1 triliun.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan efektivitas seluruh rangkaian restrukturisasi. Menurutnya, fase perombakan struktur perseroan kini mulai menunjukkan hasil konkret yang nyata.

"Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Alex, Kamis (20/8).

Di sektor properti, perseroan tercatat sudah merealisasikan porsi KPR Subsidi mencapai 33.222 unit hingga Juli 2026. Angka penyaluran ini diproyeksikan terus terdongkrak hingga menembus 69.636 unit pada akhir tahun.

Realisasi target tersebut meningkat cukup tajam bila dibandingkan capaian periode 2025 yang berhenti pada angka 59.463 unit. Nilai outstanding KPR Subsidi BSN sendiri kini menyentuh Rp37,95 triliun atau naik 24,18% YoY, sedangkan KPR Non-Subsidi merangkak 18,56% menjadi Rp18,64 triliun.

Perkembangan teknologi turut diperkuat lewat aplikasi Bale Syariah by BSN yang telah memikat lebih dari 225 ribu pengguna aktif. Platform digital ini dilaporkan memproses lebih dari 2 juta transaksi dengan total perputaran uang bernilai Rp4,88 triliun.

Dukungan eksternal juga disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Menurutnya, BSN perlu terus mengoptimalkan peran strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah, terkhusus sektor UMKM.

Ia menilai, kolaborasi antara BSN bersama Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah, hingga 'Aisyiyah harus menyasar program nyata. Langkah konkret ini dipandang penting agar manfaat ekonomi dapat dijangkau secara mudah oleh masyarakat luas.

Sebagai informasi, lonjakan performa BSN berakar dari rangkaian akuisisi Bank Victoria Syariah hingga pelaksanaan spin-off UUS BTN pada Desember 2025. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi landasan utama BSN untuk mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama industri perbankan syariah nasional.

Catatan positif pada tahun pertama ini dijadikan modal dasar BSN dalam melanjutkan ekspansi bisnis secara terukur. Perseroan berkomitmen menjaga fokus utama pada pembiayaan perumahan sembari memperluas kontribusi nyata bagi ekonomi umat.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai BSN, dan Bank dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.