BNPB Rilis Update Harian Pukul 17.00 WITA Soal Gempa NTT
BNPB mengaktifkan Media Center resmi untuk beri update harian penanganan gempa NTT sekaligus meredam simpang siur informasi di lapangan.

Periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan medium informasi resmi bernama Media Center untuk menyajikan pembaruan data penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil demi mencegah simpang siur disinformasi yang beredar di tengah masyarakat.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, pengoperasian Media Center ditujukan memberi informasi terkini secara berkala kepada publik. Ia menyebutkan, langkah tersebut juga diarahkan untuk meredam kabar keliru yang kerap muncul di lapangan.
"Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore," kata Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8).
Kecepatan dan ketepatan informasi ini disebut menjadi salah satu prioritas yang dibahas dalam rapat koordinasi bersama seluruh jajaran Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT.
BNPB berharap keberadaan saluran informasi resmi ini bisa membantu insan pers dan masyarakat memperoleh data yang akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Suharyanto disebut turut mengomandoi langsung Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere selama penanganan bencana ini berlangsung.
Pembagian dua titik wilayah operasi tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh kabupaten terdampak di Flores bagian barat dan timur secara cepat, presisi, serta merata.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8). Bencana ini memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Selain memicu gelombang pengungsian, gempa tersebut turut menelan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan yang sangat masif di wilayah terdampak.
"Kami membentuk Posko Nasional Pendampingan Provinsi yang pertama pusatnya di sini, di Labuan Bajo. Kemudian karena luas wilayah, kami juga membuka posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada," papar Suharyanto.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Letjen TNI Suharyanto dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.