iklan periskop
Pertambangan

Freeport Bangun Tambang Kucing Liar, Beroperasi 2029

PT Freeport Indonesia siapkan tambang bawah tanah baru bernama Kucing Liar di Grasberg, ditarget mulai berproduksi pada 2029 dengan investasi triliunan rupiah.

6 jam yang lalu · 2 mnt baca
tambang Freeport
Tim penyelamat tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia menggunakan berbagai peralatan berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang masih terjebak di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura. dok.PT Freeport Indonesia
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan tambang bawah tanah baru bernama Kucing Liar bisa mulai beroperasi pada 2029. Tambang yang berlokasi di kawasan Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah itu diproyeksikan menjadi salah satu sumber utama produksi tembaga dan emas perusahaan selama satu dekade ke depan.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan, proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan. Ia menyebutkan, penambangan baru akan dimulai sekitar tahun 2029 setelah proses development rampung.

"Sekarang kita kan mulai (mengembangkan) Kucing Liar, nanti kira-kira tahun 2029, mulai ditambang. Sekarang development," ungkap Tony Wenas di Jakarta, Selasa (11/8).

Nilai investasi yang sudah dikucurkan untuk proyek ini disebutkan mencapai sekitar US$1,4 miliar atau setara Rp25 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.923 per dolar AS. Angka tersebut merupakan realisasi investasi hingga 30 Juni 2026, berdasarkan laporan kinerja Semester I-2026 milik Freeport-McMoRan (FCX), induk usaha PTFI.

Laporan tersebut turut mengungkap bahwa pengembangan tambang Kucing Liar sebenarnya sudah berjalan sejak 2022, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga keberlanjutan produksi di kawasan Grasberg.

"Sejak tahun 2022, PTFI telah melaksanakan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar yang terletak di kawasan mineral Grasberg," tulis laporan kinerja Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX).

Produksi dari tambang ini ditargetkan mulai naik atau ramp-up pada sekitar 2030. Kapasitas desainnya diperkirakan menyentuh 130.000 metrik ton bijih per hari begitu beroperasi penuh.

Pada kondisi produksi maksimal, Kucing Liar diproyeksikan mampu menghasilkan rata-rata 750 juta pon tembaga dan sekitar 735.000 ons emas setiap tahun. Kehadiran tambang baru ini diharapkan menjaga produksi berskala besar PTFI di Grasberg dalam jangka panjang.

Selain dana yang sudah terpakai, perusahaan juga memperkirakan masih membutuhkan tambahan investasi sekitar US$4 miliar atau setara Rp71,69 triliun hingga tahun 2033 untuk merampungkan proyek tersebut.

Kawasan Grasberg selama ini dikenal sebagai salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia yang dikelola PTFI. Pengembangan Kucing Liar menjadi bagian dari upaya perusahaan mempertahankan skala produksi di kawasan itu setelah cadangan tambang eksisting menipis.

"Sekarang kita kan mulai (mengembangkan) Kucing Liar, nanti kira-kira tahun 2029, mulai ditambang," pungkas Tony Wenas.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai tony wenas, PT Freeport Indonesia (PTFI), Freeport, pertambangan, dan Grasberg Block Cave (GBC) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.