Sepak Bola

COO FIFA Kevin Lamour Dipecat usai Tentang Infantino

FIFA memecat COO Kevin Lamour usai dia menolak keras rencana Gianni Infantino menjual saham komersial Piala Dunia ke investor swasta.

1 minggu yang lalu · 2 mnt baca
COO FIFA Kevin Lamour Dipecat usai Tentang Infantino
Ilustrasi - Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). Ilustrasi dihasilkan oleh AI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - FIFA resmi memecat Chief Operating Officer (COO) Kevin Lamour usai dia terang-terangan menentang Presiden FIFA Gianni Infantino. Pemecatan ini buntut penolakan keras Lamour terhadap rencana penjualan saham komersial kompetisi FIFA kepada investor swasta.

Kevin Lamour disebut menjadi salah satu pejabat internal FIFA yang paling vokal menolak rencana tersebut. Menurut laporan BBC, keretakan hubungan keduanya berujung pada pemecatan resmi sang COO.

"Hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Kepala Operasional telah berakhir pada 17 Agustus 2026," tulis pernyataan resmi FIFA yang disampaikan juru bicara federasi.

Keretakan itu dipicu rencana kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE) yang digagas Infantino. Program tersebut berencana menjual 21% saham komersial kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.

"FIFA mengucapkan terima kasih kepada Kevin atas pengabdiannya selama dua tahun dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya," lanjut pernyataan tersebut.

Lamour menilai staf FIFA telah dikecewakan oleh rencana itu. Ia juga mengkritik langkah Infantino yang dinilainya menguasai federasi demi kepentingan pribadi.

Lamour bergabung dengan FIFA pada November 2024, setelah sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris Jenderal UEFA. Dalam struktur manajemen FIFA, posisinya berada dua tingkat di bawah Infantino.

Rencana penjualan saham itu akhirnya dibatalkan usai mendapat penolakan masif dari UEFA, Concacaf, hingga AFC. Meski demikian, posisi Lamour tetap terdepak dari jabatannya.

Keputusan FIFA melengserkan mantan pejabat eksekutif UEFA itu kian mempertegas tingginya tensi politik jelang pemilihan Presiden FIFA tahun depan.

"Jika ini membuat saya kehilangan pekerjaan, biarlah terjadi. Saya bisa tidur nyenyak malam ini," tegas Lamour.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Oman Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), dan UEFA dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.