iklan periskop
Teknologi

Meta Prediksi Perdagangan Berbasis Agen AI Tembus US$5 Triliun pada 2030

Meta memprediksi perdagangan berbasis agen AI mencapai US$3-5 triliun pada 2030 seiring adopsi teknologi oleh bisnis.

9 jam yang lalu · 2 mnt baca
Patuhi Aturan Medsos Australia, Meta Tutup 550 Ribu Akun Anak
Ilustrasi logo Meta. Unsplash/Dima Solomin
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Meta memprediksi perdagangan berbasis agen AI dapat mencapai US$3-5 triliun pada 2030. Perusahaan menilai miliaran orang nantinya akan memiliki agen AI pribadi untuk membantu berbagai aktivitas sehari-hari.

Menurut Ravi Garg, Director, Enterprise Solution, APAC, Meta, pertumbuhan tersebut akan didorong semakin banyaknya bisnis yang menggunakan agen AI untuk menangani administrasi, layanan pelanggan, hingga transaksi.

Garg menyampaikan proyeksi itu dalam WhatsApp Business Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).

"Dalam waktu dekat, setiap bisnis akan memiliki agen AI yang mewakili mereka. Dan tidak hanya itu, setiap orang di ruangan ini, dan miliaran orang di luar sana, juga akan memiliki agen AI yang bekerja untuk mereka," kata Ravi Garg.

Ia menjelaskan, interaksi antara agen AI milik bisnis dan konsumen nantinya dapat mengubah pola perdagangan. Menurut Garg, hubungan antarmesin tersebut juga akan memengaruhi cara perusahaan memberikan layanan kepada pelanggan.

"Jadi ketika dua agen ini mulai saling terhubung satu sama lain, ini akan mengubah wajah dunia perdagangan. Ini akan mengubah bagaimana layanan kepada pelanggan diberikan," sambungnya.

Dalam agenda yang sama, WhatsApp mengumumkan Meta Business Agent sebagai agen AI yang ditujukan bagi pelaku UMKM hingga perusahaan besar.

Menurut Meta, fitur tersebut dirancang untuk membantu bisnis menyediakan admin virtual yang dapat bekerja sepanjang waktu.

Agen AI itu dapat menggunakan riwayat percakapan serta katalog produk sebagai bahan pelatihan. Dengan pendekatan tersebut, Meta menyebut respons yang diberikan dapat disesuaikan dengan gaya komunikasi sebuah merek sekaligus membantu pelanggan mendapatkan rekomendasi produk.

Sementara itu, Sandhya Devanathan, Vice President, India & Southeast Asia, Meta, mengatakan pengguna WhatsApp di Indonesia sudah terbiasa mendapatkan respons berbasis AI saat berkomunikasi dengan akun bisnis.

Menurutnya, tingkat penggunaan dan penerimaan teknologi tersebut menunjukkan respons positif dari pengguna.

Devanathan menyebut 71% pengguna WhatsApp dewasa di Indonesia menghubungi akun bisnis setiap hari. Ia juga mengatakan 79% pengguna mengaku memperoleh jawaban yang bermanfaat dari AI.

"83% mengatakan agen AI memberikan apa yang mereka inginkan dengan lebih cepat. Jawaban yang lebih cepat, penyelesaian yang lebih cepat, kemajuan yang lebih cepat," kata Sandhya.

Menurut Sandhya, angka tersebut menjadi capaian tertinggi yang ditemukan Meta dalam survei serupa secara global.

"Ini sebenarnya angka tertinggi yang pernah kita lihat secara global dalam survei yang telah kita lakukan," sambungnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Meta, dan AI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.