iklan periskop
Teknologi

Rosan: OSS Sedang Diupgrade dengan AI, Big Data dan Blockchain

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani minta maaf sistem OSS sedang lambat karena integrasi 18 kementerian, akan diupgrade dengan AI dan blockchain

1 jam yang lalu · 3 mnt baca
Rosan: OSS Sedang Diupgrade dengan AI, Big Data dan Blockchain
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027, Jumat (14/8/2026). Foto: Periskop.id/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkap rencana peningkatan sistem perizinan Online Single Submission menggunakan teknologi terkini. Pengungkapan ini disampaikan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.

Rosan menjelaskan, fokus program investasi ke depan diarahkan pada peningkatan kepastian perizinan melalui integrasi sistem lintas kementerian. Ia merinci jumlah kementerian dan lembaga yang tengah diintegrasikan langsung ke sistem tersebut.

"Fokus program pemerintahan investasi ini kita dalam tahun ke depan ini ingin lebih memberikan kepastian perizinan. Sekarang kita sedang mengintegrasikan 18 kementerian dan lembaga untuk berintegrasi secara langsung ke dalam sistem kami," kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia mengakui proses integrasi tersebut berdampak pada kinerja sistem yang menjadi lebih berat, namun menyampaikan apresiasi atas dukungan anggaran yang telah diberikan. Rosan menyebut anggaran tersebut disalurkan secara bertahap oleh Kementerian Keuangan.

"Sehingga sistemnya memang teruserangnya agak sedikit berat, tapi alhamdulillah Pak Menkeu terima kasih baru diberikan anggarannya secara bertahap," ujar Rosan.

Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kondisi sistem OSS yang saat ini dinilai kurang responsif. Rosan menjelaskan hal ini sebagai konsekuensi sementara dari proses integrasi yang sedang berlangsung.

"Jadi OSS kami mohon maaf kalau sekarang ini memang agak berat, agak lambat. Karena kami sedang mengintegrasikan," tegas Rosan.

Ia menegaskan rencana peningkatan sistem tersebut dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, big data, dan blockchain berkat dukungan anggaran terbaru. Konferensi pers ini digelar usai penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR RI.

"Insya Allah dengan dana yang baru saja diberikan oleh Pak Menkeu, kita bisa mengupgrade sistem OSS kita dengan AI, dengan big data dan juga dengan blockchain," pungkas Rosan.

Tumbuh Di Atas Rata-Rata Normal

Rosan melanjutkan, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal  kedua 2026 jauh di atas rata-rata normal. Pengungkapan ini disampaikan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.

Rosan merinci besaran pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut beserta porsi kontribusi investasi di dalamnya. Ia menegaskan angka kontribusi investasi kali ini melampaui kondisi normal yang biasa terjadi.

"Kalau kita lihat pertumbuhan di triwulan kedua kemarin, 2026, itu sebesar 5,29. Investasi menyumbang kurang lebih 39% dari total pertumbuhan triwulan kedua. Di atas geseran biasanya normalnya itu di 28 atau 26%," kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menambahkan data pertumbuhan investasi yang tercatat lebih tinggi dibanding komponen ekonomi lain seperti konsumsi rumah tangga. Rosan membandingkan kedua angka tersebut secara langsung.

"Dan juga dari investasi tumbuh 6,87% lebih tinggi daripada pertumbuhan yang lain seperti konsumsi yang tumbuh 5,06%," ujar Rosan.

Data kontribusi investasi ini disampaikan Rosan sebagai pembuka sebelum ia merinci target investasi 2027 dan capaian realisasi investasi lainnya. Konferensi pers ini digelar usai penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR RI.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Rosan P. Roeslani, Danantara Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nota Keuangan, dan RAPBN 2027 dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.