iklan periskop
Transportasi

LRT dan KRL Manggarai Bakal Terhubung Langsung Tanpa Turun

Jakpro gandeng KAI ubah Manggarai jadi kawasan bisnis baru, lengkap dengan konektivitas langsung LRT dan KRL tanpa perlu turun stasiun.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) memulai rangkaian testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai dengan rute sepanjang 3,6 Kilometer pada Kamis (30/4/2026). dok. Jakpro
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan kawasan Manggarai sebagai pusat bisnis baru atau Central Business District (CBD). Rencana ini diperkuat dengan integrasi langsung LRT Jakarta dan KRL di kawasan tersebut.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menyebutkan, pihaknya akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mewujudkan rencana tersebut. Ia menuturkan, kolaborasi ini menyasar pengembangan Manggarai menjadi kawasan bisnis terpadu.

"Ke depan, kami akan bekerja sama dengan KAI untuk membangun kawasan ini menjadi satu fasilitas CBD baru," kata Iwan usai meninjau kesiapan Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Kamis (13/8).

Selain pengembangan kawasan, Jakpro juga menyiapkan konektivitas langsung antara LRT Jakarta dan KRL di Manggarai. Penumpang nantinya bisa berpindah moda tanpa harus turun ke area bawah stasiun terlebih dahulu.

"Sebagai operator, kami akan melakukan connecting sehingga penumpang dari KRL yang pindah ke LRT, atau sebaliknya, tidak perlu turun ke bawah. Mobilisasinya akan lebih nyaman," jelas Iwan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Manggarai berpotensi menjadi salah satu hub transportasi utama di Jakarta seiring terintegrasinya berbagai moda. Menurutnya, kawasan tersebut juga akan dikembangkan dengan sejumlah kawasan berorientasi transit atau TOD.

"Di tempat ini, baik dilakukan pemerintah pusat, pemerintah Jakarta, atau swasta, akan dibangun banyak TOD baru," kata Pramono.

Pramono menambahkan, posisi Manggarai akan semakin strategis karena menjadi titik pertemuan sejumlah layanan transportasi publik. Ia menilai kawasan ini bakal jadi incaran banyak orang seperti halnya kawasan transit populer lain di Jakarta.

Adapun LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan nilai investasi Rp12,1 triliun. Tingkat kesiapan proyek saat ini telah mencapai 98%, dengan sisa pekerjaan berupa pensinyalan di sejumlah titik.

"Ini akan menjadi seperti Blok M sekarang, orang akan berebut untuk datang ke tempat ini karena transportasi utama Jakarta salah satunya berhenti di sini," ujar Pramono.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai pramono anung, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.