MGPA Utamakan Warga Lokal Jadi Relawan MotoGP Mandalika
MGPA pastikan rekrutmen relawan MotoGP Mandalika 2026 tetap prioritaskan putra-putri daerah, di tengah lonjakan pendaftar hingga ribuan orang.

Periskop.id - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan rekrutmen relawan MotoGP Indonesia 2026 tetap memprioritaskan warga lokal atau putra-putri daerah Nusa Tenggara Barat. Pendaftaran yang dibuka sejak 24 Agustus 2026 ini disebut mendapat animo luar biasa dari masyarakat sekitar Sirkuit Pertamina Mandalika.
Human Capital dan General Affair Manager MGPA Nurjanah Firdaus Dewi menyebutkan, minat masyarakat untuk terlibat dalam gelaran internasional tersebut melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ribuan pendaftar dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, profesional muda, hingga ibu rumah tangga, bersaing memperebutkan slot relawan di sirkuit tersebut.
"Animo masyarakat untuk menjadi bagian dari kesuksesan gelaran berskala internasional ini melonjak tajam," kata Human Capital dan General Affair Manager MGPA Nurjanah Firdaus Dewi dalam keterangannya, Sabtu (29/8).
Sejak pendaftaran dibuka, lebih dari 2.500 pelamar asal Pulau Lombok tercatat mendaftar hanya dalam kurun waktu lima hari. Pada hari pertama pembukaan saja, jumlah pendaftar sudah mencapai sekitar 1.140 orang.
"Rekrutmen dibuka dari tanggal 24 hingga 31 Agustus mendatang. Antusiasme pelamar sangat tinggi sejak hari pertama, mencapai sekitar 1.140 orang," katanya.
Dari total pendaftar tersebut, mayoritas atau sekitar 60% berasal dari warga Lombok Tengah, lokasi sirkuit berada. Sisanya tersebar dari Kota Mataram, Lombok Barat, serta sebagian kecil pelamar dari luar daerah.
"Tapi yang kami utamakan dari dalam daerah dulu," cetus Nurjanah.
Para calon relawan ini membidik sejumlah posisi, di antaranya petugas kebersihan, manajemen, keamanan, kontrol keramaian, hospitality, marshal, hingga tiket. Seluruh pendaftar wajib melalui tahap wawancara awal dan seleksi ketat berdasarkan pengalaman, kualifikasi teknis, serta sikap ramah.
"Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih," katanya.
Lonjakan pendaftar tahun ini tergolong signifikan. Pada walk-in interview hari pertama, 24 Agustus, jumlah peserta yang hadir membeludak hingga tiga kali lipat dibanding rata-rata tahun sebelumnya yang berkisar 400 orang.
Kepadatan antrean sempat terjadi akibat lonjakan ini. MGPA merespons cepat dengan mengevaluasi alur antrean, menyediakan ruang tunggu atau holding room, serta membagikan air minum demi kenyamanan peserta.
"Kami berkomitmen lakukan upaya yang terbaik terhadap pelaksanaan proses interview dan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara lebih terstruktur, tertib serta tetap mempertahankan kenyamanan seluruh peserta," papar Nurjanah.
Bagi pendaftar dari kalangan mahasiswa, ajang ini jadi kesempatan menambah pengalaman kerja internasional sekaligus merasakan atmosfer paddock. Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram asal Lombok Tengah, mengaku antusias mendaftar di posisi ticketing setelah sebelumnya berpengalaman di ajang GT World Challenge Asia.
"Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya," kata Intan.
Niat serupa disampaikan Dion, mahasiswa semester enam Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok asal Praya. Bagi Dion, ini merupakan kali ketiga dirinya mendaftar untuk posisi ticketing dan hospitality dalam gelaran MotoGP Mandalika.
"Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill," pungkas Dion.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.