periskop.id - Emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, kini berjumlah empat di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah masuknya PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Emiten tersebut melengkapi tiga perusahaan sebelumnya, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).
Penambahan ini terjadi seiring aksi akumulasi saham PACK oleh pihak terafiliasi yang mencapai sekitar 21,12% kepemilikan.
Secara keseluruhan, meskipun ekspansi terus berlanjut, pergerakan saham grup Haji Isam masih didominasi tekanan dalam jangka pendek, dengan PACK menjadi pengecualian yang mencatatkan reli signifikan. Kondisi ini membuat investor perlu lebih selektif dalam mencermati momentum dan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Pada perdagangan hari ini, Senin (18/5) pergerakan saham keempat emiten tersebut bervariasi. Berdasarkan pantauan Periskop.id, JARR tercatat turun 0,50% ke level 2.010 saat berita ditulis. Dalam sepekan, saham ini melemah 11,84% dan turun 36,99% sejak awal tahun (year to date/YTD).
Secara bersamaan, PGUN naik 0,29% ke level 8.500. Meski menguat secara harian, saham ini turun 5,56% dalam sepekan dan terkoreksi 14,57% YTD.
Sementara itu, TEBE turun 2,12% ke level 1.155. Dalam sepekan, saham ini melemah 7,60% dan turun 52,88% sejak awal tahun.
Adapun PACK menjadi satu-satunya saham yang berada di zona hijau dengan kenaikan 9,62%. Dalam sepekan, saham ini menguat 34,65% dan telah naik 119,05% sejak awal tahun.
Tinggalkan Komentar
Komentar