iklan periskop
Ekonomi

Perdagangan RI-AS Menguat, Akses Critical Mineral Diperkuat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kerja sama perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan kemajuan signifikan

7 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Perdagangan RI-AS Menguat, Akses Critical Mineral Diperkuat
Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (23/12). Periskop.id/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hubungan kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat menunjukkan perkembangan signifikan.

Airlangga menjelaskan bahwa seluruh sektor telah dibahas bersama AS, salah satunya terkait akses kepada critical mineral. Ia bilang bahwa hal itu telah dibicarakan langsung oleh badan eskpor AS.

“Tentu yang critical mineral sudah ada pembicaraan dengan badan ekspornya di Amerika dan juga ada perusahaan Amerika yang sudah berbicara dengan perusahaan critical mineral di Indonesia. Jadi itu akses terhadap critical mineral yang disediakan oleh Pemerintah,” kata Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (27/12).

Dia menuturkan bahwa Pemerintah Indonesia dan United States Trade Representative (USTR) telah menyepakati seluruh substansi utama dan teknis dokumen Agreements on Reciprocal Trade (ART) dalam pertemuan di Washington D.C., dengan prinsip keseimbangan kepentingan kedua negara. 

Melalui kesepakatan tersebut, AS memberikan pengecualian tarif terhadap sejumlah komoditas unggulan Indonesia seperti minyak sawit mentah (CPO), kopi, teh, kakao, serta berbagai produk manufaktur padat karya. 

"Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya saing produk Indonesia, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha nasional," jelasnya.

Selain aspek tarif, kerja sama Indonesia-AS juga mencakup pembahasan lintas sektor, termasuk penguatan akses terhadap critical minerals.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi di sektor ini bukan merupakan hal baru, mengingat keterlibatan perusahaan AS dalam industri pertambangan Indonesia telah berlangsung sejak lama, termasuk investasi Freeport sejak 1967 serta kehadiran perusahaan multinasional lainnya.

"Saat ini, dokumen ART telah memasuki tahap legal scrubbing dan finalisasi. Pemerintah menargetkan penandatanganan perjanjian tersebut oleh Presiden Republik Indonesia dan Presiden Amerika Serikat dapat dilakukan sebelum akhir Januari 2026," tutup dia.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, kerjasama indonesia Amerika Seriket, dan Amerika Serikat dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.