periskop.id - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Kementerian Perindustrian terus berkomitmen memperkuat ekosistem industri pesawat nirawak (drone) nasional.
Salah satu upaya adalah dengan memfasilitasi sertifikasi standar internasional bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM).
“Ke depan, Kemenperin akan terus memperkuat ekosistem pembinaan IKM drone melalui pendekatan yang holistik, mulai dari perluasan akses pasar, penguatan kapasitas teknologi, hingga pemberian perlindungan dan fasilitas afirmatif bagi pelaku usaha,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5).
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas serta daya saing produk IKM drone di pasar domestik maupun global. Pemerintah memposisikan diri sebagai mitra strategis agar industri ini mampu bersaing secara kompetitif.
Agus Gumiwang menilai IKM drone memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi nasional karena jumlah unit usahanya dominan. Sektor ini juga berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja baru.
“Industri drone merupakan sektor masa depan. Kemenperin hadir untuk memastikan pelaku IKM drone dapat tumbuh dan berdaya saing tinggi di pasar internasional,” tegasnya.
Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menunjukkan saat ini terdapat 15 unit usaha skala kecil dan 2 unit usaha skala menengah di sektor drone. Seluruh unit tersebut mampu menyerap 218 tenaga kerja.
Secara luas, ekosistem industri drone nasional saat ini mencakup 29 unit usaha. Total serapan tenaga kerja mencapai 853 orang dengan nilai investasi menyentuh angka Rp7,17 miliar.
“Peran IKM dalam rantai nilai industri drone tidak sekadar pelengkap, melainkan sebagai inkubator inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal,” ujarnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan pembinaan terus diperkuat melalui program fasilitasi sertifikasi ISO 9001:2015. Program pendampingan ini dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026.
“Kami telah melakukan seleksi terhadap IKM drone yang akan difasilitasi, mulai dari pembekalan materi, pendampingan penyusunan dokumen, audit internal, hingga pendampingan audit eksternal sampai memperoleh sertifikat ISO,” jelasnya.
Sertifikasi tersebut dianggap vital untuk memastikan standar kualitas produksi memenuhi tuntutan pasar global. Hal ini sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha dalam menembus pasar ekspor.
Kemenperin juga aktif membuka peluang kerja sama internasional, termasuk keterlibatan dalam ajang BRICS - Science and Innovation Incubation Park (SIIP) di Xiamen, Tiongkok. Partisipasi ini membuka jalur ekspor ke negara-negara anggota BRICS, seperti Afrika Selatan.
“Melalui forum tersebut, kami mulai memetakan koridor ekspor baru yang potensial bagi produk drone nasional,” katanya.
Tinggalkan Komentar
Komentar