‹ Kembali ke Cerita Foto

Warga Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Jadi Sapu Bernilai Ekonomi

Arief Rachman2 minggu yang lalu
Warga memotong botol plastik menjadi lembaran sebagai bahan pembuatan sapu di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Periskop/Arief Rachman1/9
1/9Warga memotong botol plastik menjadi lembaran sebagai bahan pembuatan sapu di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Periskop/Arief Rachman

Sejumlah warga mengolah limbah botol plastik menjadi sapu kasur dan sapu jalan di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut berawal dari inisiatif warga memanfaatkan limbah botol plastik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar agar kembali memiliki nilai guna dan ekonomi.

Botol plastik bekas yang terkumpul terlebih dahulu dipilah untuk kemudian diolah menjadi bahan baku pembuatan produk rumah tangga. Dengan peralatan sederhana, warga mengubah botol tersebut menjadi batang plastik menyerupai lidi yang nantinya dirangkai menjadi sapu.

Dalam prosesnya, botol diratakan menggunakan udara panas, kemudian dipotong hingga membentuk lembaran panjang. Potongan plastik tersebut selanjutnya dipadatkan menggunakan alat yang dibuat dan dimodifikasi warga hingga menjadi batang menyerupai lidi dengan panjang sekitar 70 sentimeter.

Batang plastik yang telah terbentuk kemudian dirangkai menjadi dua jenis sapu, yakni sapu jalan berukuran besar dan sapu kasur berukuran lebih kecil. Satu sapu jalan membutuhkan sekitar 150 batang plastik, sedangkan sapu kasur membutuhkan sekitar 50 batang. Dalam sehari, warga mampu memproduksi sekitar enam hingga 10 sapu.

Sapu hasil produksi warga dipasarkan dengan harga Rp35.000 untuk sapu jalan dan Rp25.000 untuk sapu kasur. Selain dijual kepada warga sekitar, produk tersebut dipasarkan melalui platform daring dan telah menjangkau pembeli dari sejumlah daerah di luar Jakarta. Pengolahan limbah botol plastik tersebut sekaligus menjadi kegiatan yang memberikan nilai ekonomi bagi warga Petukangan Utara.

Fotografer
Arief Rachman