Gaya Hidup

September Bulan ke Berapa? Jawaban Singkat dan Penjelasan Lengkapnya

September adalah bulan kesembilan dalam kalender Masehi. Namanya justru berasal dari kata Latin untuk angka tujuh, dan ada alasan sejarah di balik ketidakcocokan itu.

1 minggu yang lalu · 3 mnt baca
September Bulan ke Berapa? Jawaban Singkat dan Penjelasan Lengkapnya
September Bulan ke Berapa? Jawaban Singkat dan Penjelasan Lengkapnya
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - September adalah bulan kesembilan dalam kalender Masehi. Bulan ini berisi 30 hari dan menjadi penutup kuartal ketiga dalam satu tahun kalender.

Pertanyaan soal urutan September muncul berulang setiap tahun, dan penyebabnya sebenarnya ada di nama bulan itu sendiri. Dalam bahasa Latin, september berarti yang ketujuh.

Selisih dua angka itu bukan salah ketik yang diwariskan turun-temurun. Ada satu keputusan administratif di Romawi kuno yang menggeser seluruh kalender, dan bekasnya masih terbaca sampai hari ini.

September Bulan ke Berapa

September menempati urutan ke-9 dari 12 bulan dalam kalender Masehi, persis di antara Agustus dan Oktober.

Jumlah harinya 30 dan tidak pernah berubah dari tahun ke tahun.

Urutan 12 Bulan dalam Kalender Masehi

UrutanBulan
1Januari
2Februari
3Maret
4April
5Mei
6Juni
7Juli
8Agustus
9September
10Oktober
11November
12Desember

Coba perhatikan empat baris terakhir tabel itu. Di situlah letak keanehannya, dan penjelasannya ada di bagian berikut.

Kenapa Nama September Berasal dari Kata Tujuh

Posisi September tetap kesembilan. Yang meleset hanyalah namanya.

Kalender Romawi paling awal cuma mengenal 10 bulan dan tahunnya dimulai pada Maret. Dengan susunan seperti itu, Maret jadi bulan pertama, April kedua, dan hitungan terus berjalan sampai September mendarat tepat di urutan ketujuh. Namanya pun diambil dari septem, kata Latin untuk angka tujuh.

Masalahnya, kalender tersebut menyisakan periode musim dingin yang tidak dihitung sebagai bulan mana pun. Rentang kosong itu akhirnya ditutup dengan menambahkan Januarius dan Februarius di awal tahun.

Dua sisipan di depan membuat seluruh bulan sesudahnya mundur dua langkah. September berpindah ke posisi kesembilan, tetapi namanya dibiarkan apa adanya. Sejak saat itu, nama dan urutannya tidak pernah bertemu lagi.

Empat Bulan yang Namanya Ikut Meleset

September tidak sendirian menanggung warisan itu. Tiga bulan sesudahnya mengalami pergeseran yang sama persis.

BulanAkar kata LatinArti harfiahUrutan sekarang
Septemberseptemketujuhke-9
Oktoberoctokedelapanke-10
Novembernovemkesembilanke-11
Desemberdecemkesepuluhke-12

Sebenarnya dua bulan sebelum September dulu juga bernama angka, yaitu Quintilis untuk yang kelima dan Sextilis untuk yang keenam. Keduanya kemudian diganti menjadi Julius dan Augustus sebagai penghormatan kepada Julius Caesar dan Augustus.

Penggantian itulah yang menghapus jejak angka di dua bulan tersebut. Hasilnya, hanya empat bulan terakhir yang sampai sekarang masih membawa nama dengan hitungan yang tidak lagi berlaku. Nama-nama itu masuk ke bahasa Indonesia lewat bahasa Belanda dan diserap tanpa diterjemahkan, seperti diuraikan di ulasan September dalam bahasa Indonesia.

Posisi September dalam Hitungan Kuartal

Di luar urusan nama, September punya arti praktis yang lebih relevan bagi banyak orang.

Bulan ini menutup kuartal ketiga atau Q3, periode yang mencakup Juli, Agustus, dan September. September juga berada di semester kedua, yaitu rentang Juli sampai Desember.

Bagi dunia usaha, posisi tersebut menjadikan September sebagai bulan tutup buku kuartalan. Emiten menyiapkan laporan keuangan periode sembilan bulan, sementara pemerintah menghitung realisasi anggaran sampai triwulan ketiga.

Catatan tambahan untuk perusahaan yang memakai tahun buku non-kalender. Pemetaan kuartalnya bisa berbeda, dan untuk tahun buku yang dimulai April, September justru jatuh di kuartal kedua.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.