iklan periskop
Hukum

Polda Metro Bongkar Makam Sutrimo Hari Ini, Libatkan Tim Forensik PDFMI Usut Kematian Janggal

Polda Metro Jaya ekshumasi jenazah Sutrimo pada 12 Agustus. Proses medis dipimpin pakar PDFMI, polisi telusuri sosok Febrio yang disebut pengantar korban namun dibantah Kejagung se...

13 jam yang lalu · 2 mnt baca
olah tempat kejadian perkara
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Penyidik Polda Metro Jaya menggelar proses pembongkaran makam (ekshumasi) dan pemeriksaan medis terhadap jenazah Sutrimo pada Rabu (12/8) mulai pukul 10.00 WIB. Langkah ini diambil untuk mengusut dan membuat terang penyebab kematian korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan tindakan kepolisian di lapangan dilaksanakan dengan melibatkan jajaran kepolisian daerah setempat.

“Sesuai jadwal Rabu 12 Agustus 2026 jam 10 pagi. Giat ini didukung dan bekerja sama dengan Polda Jateng dan Polresta Banyumas,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu (12/8).

Budi menjelaskan, proses pengujian medis terhadap jenazah dipimpin langsung oleh jajaran pakar dari Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI), yakni Brigjen Pol Dr. Sumy Hastry Purwanti bersama Prof. Dr. Yudi.

“Dipimpin Ketua PDFMI Brigjen Pol Dr. Hastry dan Prof. Dr. Yudi. Tahapan: ekshumasi, pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam,” ungkap Budi.

Sebelumnya, seorang pria bernama Sutrimo yang diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah ditemukan tidak sadarkan diri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). Pihak RS Muhammadiyah Taman Puring mengonfirmasi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba menggunakan ambulans.

Polda Metro Jaya hingga kini masih mendalami peristiwa kematian korban dan mengecek latar belakang sosok Sutrimo. Polisi juga tengah mengumpulkan bahan keterangan dari pihak keluarga, pengemudi ambulans, hingga petugas rumah sakit untuk membuat terang kasus tersebut.

Di balik teka-teki kematian Sutrimo, muncul spekulasi publik terkait sosok laki-laki yang membawa korban ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Dalam dokumen keterangan kematian dari rumah sakit, nama pengantar tertulis sebagai Febrio Adiono dan tercatat sebagai kerabat korban.

Namun, pihak keluarga almarhum Sutrimo mengaku sama sekali tidak mengenal nama Febrio Adiono tersebut. Di saat yang sama, beredar rumor di media sosial soal tudingan Febrio sebagai seorang jaksa. Hal ini terungkap usai unggahan foto pria berseragam Korps Adhyaksa dengan name tag "Febrio" viral.

Atas sosok Febrio, Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah kabar yang menyebutnya sebagai jaksa. Kejagung memastikan Febrio merupakan pegawai biasa di bagian administrasi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya), dan sutrimo dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.