Humas Universitas Trisakti Asah Kemampuan Merangkai Narasi di Era AI
Humas Universitas Trisakti mengasah cara merangkai narasi lewat MGC Mastery Class bersama MGC, Vibe Academy, dan Periskop.id di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Periskop.id - Kerja humas kampus mulai bergerak melampaui produksi rilis dan dokumentasi kegiatan. Kehadiran kecerdasan buatan (AI) dan perubahan cara publik mengonsumsi informasi mendorong peran humas masuk ke wilayah yang lebih strategis, yaitu membangun narasi.
Pergeseran itu menjadi bahasan utama MGC Mastery Class: MarComm in Practice, The New Voice of Campus yang digelar Marcomm Growth Circle (MGC) bersama Universitas Trisakti di Lantai 12 Gedung M, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Sepanjang acara, puluhan peserta dari unit humas dan tenaga kependidikan lebih banyak berada di sesi praktik. Mereka membedah cara kerja media, mengolah sudut pandang dari satu agenda kampus, lalu menguji pemanfaatan AI untuk mengembangkan materi komunikasi.
Membuka rangkaian itu, Wakil Rektor IV Universitas Trisakti Prof. Dr. drg. Tri Erri Astoeti menilai perubahan teknologi menuntut institusi pendidikan lebih adaptif dalam berkomunikasi dengan publik.
"Kami menyambut baik inisiatif ini untuk meningkatkan pemahaman dalam marketing communication. Memahami AI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar tetap adaptif dan relevan," ujar Tri Erri.

Bahan Melimpah, Pengolahan Tertinggal
Tantangan itu terlihat dari salah satu temuan dalam sesi, yang menunjukkan 55% unit kerja masih memproduksi konten secara ad hoc atau tanpa jadwal tetap. Padahal bahan tersedia setiap hari, mulai dari kegiatan, riset, capaian, sampai dinamika mahasiswa dan dosen.
Menjawab persoalan itu, Victor Hutomo Desetyadi dari Vibe Academy memperkenalkan pendekatan "Ngonten No Drama" dengan tiga fondasi kerja, yaitu clarity, capability, dan continuity.
"Bukan soal siapa yang paling jago desain, tapi soal siapa mengerjakan apa dan kapan," kata Victor.
Dari pembagian peran itu, peserta masuk ke sesi The Dimsum Content Challenge. Mereka diminta menangkap momen secara natural dan mengubahnya menjadi visual storytelling yang terasa lebih manusiawi.
Satu Agenda, Banyak Sudut
Founder MGC Haris Widiarto melanjutkan pembahasan ke sisi alur kerja lewat kerangka TAJAM, singkatan dari Tangkap, Arahkan, Jadwalkan, Approval, dan Muat, agar informasi dari berbagai unit mengalir sampai tahap siap publikasi.
"Banyak konten mati di tengah jalan karena alurnya tidak jelas, bukan karena idenya jelek. Begitu jalurnya rapi dari menangkap sampai memuat, produksi jalan sendiri," ujar Haris.
Setelah alurnya tertata, Indah Limy Marliani dari Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak peserta membaca satu agenda kampus dari beberapa sudut lewat kerangka CAMPUS yang mencakup Conversation, Achievement, Moments, People, Useful, serta Science & Impact.
"Satu acara jangan buru-buru ditutup dengan satu unggahan. Ada sisi orangnya, ada sisi manfaatnya, ada sisi capaiannya, dan semua itu bisa hidup di kanal yang berbeda," kata Indah.
Dengan cara itu, satu kegiatan bisa melahirkan beberapa materi sekaligus. Seminar bisa diangkat dari sisi orang di baliknya, riset diolah menjadi informasi praktis, dan capaian dibingkai sebagai inspirasi.

AI Masuk ke Ruang Kerja Humas
Sesi penutup membawa peserta ke sisi media. CEO Periskop.id Faisal Rachman mengajak mereka membaca informasi dengan kacamata redaksi, mulai dari apa yang membuat sebuah agenda bernilai berita sampai bagaimana satu materi dikembangkan ke berbagai format.
"Kampus memproduksi bahan berita setiap hari, yang sering hilang justru cara membacanya. Begitu humas bisa menemukan nilai beritanya, satu agenda bisa jadi lima sampai enam materi yang berbeda," ujar Faisal.
Berbekal cara baca itu, peserta mempraktikkan pengembangan satu materi menjadi hook, caption, hingga sejumlah turunan konten dengan bantuan AI. Meski begitu, Faisal menegaskan konteks, akurasi, dan keputusan akhir tetap dipegang komunikator.
"AI bisa menulis sepuluh versi dalam semenit, tapi dia tidak tahu mana yang layak keluar atas nama institusi. Penilaian itu tetap pekerjaan manusia," katanya.
MGC Mastery Class digelar Universitas Trisakti bersama MGC, Vibe Academy, dan Periskop.id, serta didukung Wardah, Waroeng SS, Baseus, Dr. Specs, Make Over, dan Weekdays.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Universitas Trisakti, dan Marcomm Growth Circle (MGC) dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.