Periskop.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap persiapan uji coba proyek gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) Merah Putih tabung 3 kilogram (kg) baru akan dimulai Agustus 2026. Jadwal ini mundur dari target awal yang sempat disebut rampung akhir Juli 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyebutkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan menyampaikan sendiri perkembangan program tersebut. Ia masih enggan membeberkan detail progres uji coba tahap ketiga dari proyek tabung CNG 3 kg itu.

"CNG tunggu ya nanti Agustus Pak Menteri akan mengumumkan lagi perkembangan selanjutnya dan persiapan untuk uji coba," kata Laode Sulaeman di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (24/7).

Laode tidak merinci lebih jauh alasan pengunduran waktu tersebut. Ia hanya menegaskan, pengumuman resmi soal kelanjutan program bakal datang langsung dari Bahlil pada Agustus mendatang.

Sebelumnya, uji coba program CNG Merah Putih ini ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Laode kala itu menyebutkan, proses pembuatan sampel tabung dijadwalkan selesai di periode yang sama.

Sampel tabung tersebut rencananya langsung diuji kelayakannya di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelum disosialisasikan ke masyarakat luas.

Tahapan uji kelayakan di Lemigas menjadi syarat sebelum tabung CNG 3 kg bisa benar-benar diedarkan dan digunakan publik. Proses ini disebut sebagai bagian dari tahap ketiga proyek CNG Merah Putih.

Program CNG Merah Putih sendiri digadang sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga selain elpiji 3 kg yang selama ini bergantung pada impor. Kementerian ESDM belum merinci kapan tabung ini bakal tersedia luas di pasaran.

Sejauh ini publik hanya mendapat kepastian soal jadwal pengumuman baru pada Agustus 2026. Detail teknis lain, termasuk hasil uji sampel tabung, belum diungkap Kementerian ESDM.

"CNG tunggu ya nanti Agustus Pak Menteri akan mengumumkan lagi perkembangan selanjutnya dan persiapan untuk uji coba," kata Laode Sulaeman.