Periskop.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar pertemuan bilateral dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk membahas eskalasi ancaman kejahatan transnasional. Sejumlah isu krusial mulai dari bahaya peredaran fentanyl, jaringan scam compounds, kejahatan siber, hingga percepatan penanganan buronan Red Notice Interpol menjadi fokus utama pembahasan.
Pertemuan tersebut berlangsung saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Direktur FBI Kash Patel di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7).
Kapolri menekankan, pesatnya perkembangan teknologi membuat kejahatan lintas negara kian kompleks dan menembus batas yurisdiksi.
“Di tengah dinamika global, berbagai jenis kejahatan terus berkembang, seperti kejahatan siber, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum,” kata Listyo dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).
Selain isu siber dan penipuan daring lintas negara (cyber-enabled fraud), kedua lembaga secara khusus menyoroti ancaman peredaran fentanyl serta bahan kimia prekursornya. Polri dan FBI juga menyepakati percepatan mekanisme penanganan buronan kejahatan yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol.
Listyo menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat kolaborasi konkret melalui pertukaran informasi intelijen, pelatihan personel di FBI Academy, hingga peluang pelaksanaan operasi bersama. Sebab, penguatan kerja sama internasional menjadi salah satu kunci dalam menghadapi perkembangan kejahatan transnasional yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan melintasi batas yurisdiksi negara.
“Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan FBI melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas personel, serta pelaksanaan operasi bersama sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Sigit.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel menyambut positif kemitraan strategis yang telah terbangun bersama Polri sejak 2014. Pihaknya menegaskan komitmen FBI untuk terus mendukung penanggulangan terorisme, peredaran narkotika, kejahatan siber, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya melalui pendekatan yang lebih erat, konkret, dan berkelanjutan.
Tinggalkan Komentar
Komentar