Periskop.id— Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang setahun lalu masih lengang, kini menjadi panggung salah satu festival urban terbesar di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis transaksi acara myBCA Jakarta Sneaker Day (JSD) di Blok M dapat mencapai lebih dari Rp30 miliar selama tiga hari penyelenggaraan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan perputaran ekonomi kreatif di Jakarta.
"Saya menaruh harapan, mudah-mudahan penyelenggaraan acara ini dari tanggal 31 sampai dengan tanggal 2 Agustus bisa melampaui Rp30 miliar," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peresmian acara myBCA Jakarta Sneaker Day (JSD) di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
Angka tersebut berkaca dari penyelenggaraan JSD 2025 di JCC Senayan yang mencapai transaksi Rp30 miliar. Dengan pemindahan lokasi ke Blok M tahun ini, pemerintah berharap kegiatan tersebut juga mampu memajukan kawasan itu agar semakin diminati masyarakat.
"Saya masih ingat ketika mungkin satu tahun yang lalu tempat ini masih sangat sepi. Saya bersama-sama dengan Dirut MRT dan juga Kepala Dinas Parekraf, kita mendorong agar ini hidup," tuturnya.
Dengan demikian, Pemerintah Provinsi DKI optimistis transaksi Jakarta Sneaker Day 2026 mencapai Rp30 miliar selama tiga hari pelaksanaan. "Kalau itu bisa dicapai, maka menunjukkan bahwa ekonomi kreatif yang ada di Jakarta ini tumbuh dengan baik dan sekarang menjadi salah satu engine growth atau pertumbuhan ekonomi yang ada di Jakarta," ucapnya.
Bukan Sekadar Pameran Sneaker, tapi Festival Urban Skala Besar
Jakarta Sneaker Day (JSD) hadir melalui myBCA JSD Blok M Festival 2026 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Acara ini menampilkan lebih dari 11 venue dan zona serta 200 lebih tenan yang mencakup fesyen, sneaker, musik, seni, dan gaya hidup.
Yang membedakan edisi tahun ini dari tujuh penyelenggaraan sebelumnya adalah transformasi format secara total.
Berdasarkan catatan, JSD yang sejak 2017 dikenal sebagai ajang pameran sneaker di dalam satu aula gedung kini berubah nama menjadi myBCA JSD Blok M Festival, dengan konsep multi-venue yang tersebar di lebih dari 11 titik kawasan Blok M dan dapat dijelajahi cukup dengan berjalan kaki.
Zona sneaker yang dulu menjadi inti acara kini justru hanya menjadi satu dari sekitar sepuluh zona tematik yang ada, berdampingan dengan zona fesyen, kecantikan, musik, seni, hingga mainan koleksi.
Festival Director myBCA JSD Blok M Festival 2026 Albie Trisura menjelaskan, filosofi di balik perubahan format besar-besaran ini. "Kalau dulu JSD adalah titik temu para kolektor sneaker, tahun ini Tabiat Group bersama INFIA Corp ingin membuka kesempatan bagi JSD untuk tumbuh lebih besar dan menjadi ruang milik siapa saja," ujar Albie.
Ia menambahkan, festival ini dirancang sebagai "Hari Raya Blok M" yang mempertemukan berbagai komunitas dengan kultur dan minat berbeda dalam satu kawasan yang dapat dijangkau tanpa harus berpindah-pindah lokasi jauh.
MRT Jadi Mitra Transportasi, Libatkan Lebih dari 50 Musisi
Festival ini turut didukung penuh oleh MRT Jakarta sebagai mitra transportasi resmi, sejalan dengan upaya Pemprov DKI menghidupkan kembali kawasan Blok M yang berdekatan dengan Stasiun MRT Blok M BCA. Menurut catatan dari platform tiket resmi festival, penyelenggaraan tahun ini turut menghadirkan penampilan dari lebih dari 50 musisi lintas genre, menjadikannya bukan hanya ajang belanja, tetapi juga hiburan berskala besar bagi warga Jakarta.
Dengan skala penyelenggaraan yang jauh lebih besar dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, target transaksi Rp30 miliar dalam tiga hari ini sekaligus menjadi ujian bagi efektivitas strategi revitalisasi kawasan Blok M yang telah didorong Pemprov DKI bersama MRT Jakarta dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) sejak setahun terakhir.
Tinggalkan Komentar
Komentar