Periskop.id - Federasi Sepakbola Italia (FIGC) tengah menghadapi kontroversi terkait rencana penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih anyar Timnas Italia. Posisi Pirlo diragukan usai keterkaitannya dengan perusahaan judi asal Rusia disorot publik.

Pirlo sebelumnya digadang-gadang jadi kandidat kuat setelah Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran melatih Gli Azzurri. Ia menjadi pilihan utama direktur teknik FIGC Paolo Maldini, yang pernah menjadi rekan setimnya di AC Milan.

"Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil pekerjaan sebagai pelatih Timnas Italia," kata Pirlo dalam pernyataan resminya, Senin (27/2).

Sorotan itu muncul lantaran Pirlo tercatat sebagai duta global Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia. Ia bahkan sempat mengunjungi Moskow pada Mei lalu, sebuah langkah yang kemudian merambat ke ranah politik karena dianggap menunjukkan dukungan terhadap Rusia di tengah perang melawan Ukraina sejak 2022.

Pirlo mengaku sempat memilih bungkam meski isu ini sudah bergulir beberapa hari. Ia menghormati proses internal federasi sebelum akhirnya memutuskan buka suara.

"Karena menghormati lembaga-lembaga, Federasi, dan semua orang yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, saya merasa sudah sepatutnya saya mengklarifikasi beberapa aspek," lanjutnya.

Ia menegaskan, kerja sama dengan Fonbet murni bagian dari pengalaman profesionalnya saat bekerja di Uni Emirat Arab. Sepanjang kariernya baik sebagai pemain maupun pelatih, Pirlo mengklaim selalu patuh pada hukum negara tempatnya bekerja beserta kontrak yang ia tanda tangani.

"Kerja sama profesional yang menjadi subjek kontroversi baru-baru ini terjadi sebagai bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan sepenuhnya bersifat komersial dan olahraga. Mengaitkan makna politik pada kerja sama ini berarti mengaitkan tuduhan kepada saya yang tidak pernah saya ungkapkan dan yang tidak saya pegang," tegasnya.

Pelatih berusia 46 tahun itu turut berterima kasih kepada Maldini dan penasihat teknis FIGC Leonardo Araujo atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama proses seleksi berlangsung.

"Saya ingin berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas rasa hormat dan kepercayaan yang mereka tunjukkan kepada saya. Saya tahu kompetensi mereka, keseriusan mereka, dan kecintaan yang selalu mereka curahkan kepada sepak bola Italia," ujarnya.

Pirlo tercatat pernah membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 sebagai pemain. Kursi pelatih timnas sendiri kosong sejak Gennaro Gattuso mundur pada April lalu, menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026.

Situasi di internal FIGC pun disebut makin pelik. Maldini, yang baru menjabat kurang dari sebulan, dikabarkan siap mundur jika tidak bisa menunjuk pelatih sesuai kualifikasi yang ia inginkan. Federasi diprediksi mengumumkan pelatih baru pekan ini, meski belum jelas apakah kisruh ini akan mengganggu rencana tersebut. Siapa pun pelatih yang terpilih nantinya langsung dihadapkan pada empat laga krusial UEFA Nations League melawan Belgia, Turki (dua kali), dan Prancis pada 25 September hingga 5 Oktober mendatang.

"Kecintaan pada Italia tidak bergantung pada pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan terus menemani saya, selamanya," tutup Pirlo.