Periskop.id – Dua generasi tunggal putra Indonesia mencatatkan perkembangan positif dalam peringkat dunia terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF. Jonatan Christie kembali menembus tiga besar dunia, sedangkan Moh Zaki Ubaidillah melanjutkan kenaikannya hingga mencapai posisi ke-25.
Dalam daftar peringkat BWF pekan ke-31 yang dirilis Selasa (28/7), Jonatan naik satu tingkat ke urutan ketiga dengan mengumpulkan 89.231 poin. Ia menggeser Anders Antonsen yang turun ke peringkat keempat dengan 87.705 poin.
Jonatan kini berada tepat di bawah tunggal putra China Shi Yu Qi yang memimpin dengan 94.255 poin dan Kunlavut Vitidsarn asal Thailand di posisi kedua dengan 91.215 poin. Christo Popov melengkapi lima besar dengan koleksi 87.002 poin.
Perempat Final China Open Topang Posisi Jonatan
Kenaikan Jonatan terjadi setelah ia mencapai babak perempat final China Open 2026 di Changzhou. Langkah pemain berusia 28 tahun tersebut dihentikan wakil Kanada Victor Lai melalui kekalahan dua gim langsung 14-21, 17-21 pada Jumat (24/7).
Kekalahan itu menjadi hasil negatif kedua Jonatan dari Lai dalam dua pertemuan terakhir. Sebelumnya, Jonatan juga takluk 19-21, 8-21 dari pemain muda Kanada tersebut pada final Indonesia Open 2026 di Istora Senayan.
Meski gagal menembus semifinal China Open, Jonatan tetap mengapresiasi perjuangannya di lapangan.
"Pasti pertama bersyukur dulu. Puji Tuhan walaupun kalah tapi ya ini yang sudah terbaik yang saya lakukan," kata Jonatan.
Peringkat dunia BWF tidak hanya ditentukan oleh hasil dalam satu turnamen. BWF menghitung maksimal 10 perolehan poin tertinggi pemain dari turnamen yang berlangsung selama 52 pekan terakhir. Karena itu, perubahan posisi juga dipengaruhi masuk dan keluarnya poin lama serta hasil para pesaing.
Sebelum dihentikan Lai, Jonatan mengawali China Open dengan mengalahkan Yudai Okimoto asal Jepang melalui pertandingan tiga gim 21-17, 6-21, 21-13. Ia kemudian menyingkirkan Loh Kean Yew dari Singapura dengan skor 12-21, 21-6, 21-13 pada babak 16 besar.
Kembalinya Jonatan ke posisi ketiga membuatnya tetap menjadi tunggal putra Indonesia dengan peringkat tertinggi. Namun, jarak poin di kelompok lima besar masih ketat sehingga hasil pada turnamen berikutnya akan berpengaruh besar terhadap posisinya.
Ubed Melanjutkan Pendakian
Perkembangan tidak kalah menarik dicatatkan Moh Zaki Ubaidillah. Pemain yang akrab disapa Ubed itu naik satu tingkat dari posisi ke-26 menjadi peringkat ke-25 dunia dengan 46.291 poin.
Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan pesat pemain berusia 19 tahun itu sepanjang 2026. Ubed telah menjuarai Thailand Masters 2026 setelah mengalahkan wakil tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul melalui pertarungan tiga gim 21-19, 20-22, 21-19.
Ia kemudian mencapai semifinal Australian Open, pencapaian empat besar pertamanya pada turnamen BWF World Tour Super 500. Ubed melaju ke babak tersebut setelah menang telak 21-7, 21-13 atas Justin Hoh dari Malaysia.
Perolehan poin Ubed turut ditopang penampilannya pada Japan Open 2026. Dalam debutnya di turnamen Super 750, ia mengalahkan Rasmus Gemke dari Denmark dengan skor 21-14, 16-21, 21-18 sebelum dihentikan Antonsen pada babak 16 besar dengan skor 12-21, 19-21.
"Cukup senang bisa menang di babak pertama kemarin, debut di Super 750 tapi secara hasil tentunya belum puas," kata Ubed setelah pertandingan melawan Antonsen.
Ubed kini berpeluang menambah poin melalui Taipei Open 2026 yang berlangsung pada 28 Juli hingga 2 Agustus. Turnamen berlevel Super 300 tersebut menjadi kesempatan baginya mempertahankan tren kenaikan sekaligus mendekati kelompok 20 besar dunia.
Alwi Farhan Dekati Sepuluh Besar
Selain Jonatan dan Ubed, Alwi Farhan masih bertahan di peringkat ke-11 dengan 69.419 poin. Ia hanya terpaut 611 poin dari Kodai Naraoka yang menempati urutan ke-10.
Alwi belum berhasil kembali ke sepuluh besar setelah tersingkir pada babak pertama China Open. Ia kalah dari Ayush Shetty asal India melalui pertandingan tiga gim 17-21, 21-5, 17-21.
Komposisi tersebut membuat Indonesia memiliki tiga pemain di jajaran 25 besar tunggal putra dunia. Jonatan menjadi tumpuan di level elite, Alwi berada di ambang sepuluh besar, sedangkan Ubed terus mendekat melalui rangkaian hasil positif di turnamen internasional.
Tinggalkan Komentar
Komentar