Periskop.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Desa Deuah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, terus meluas. Dalam dua pekan terakhir, area yang hangus terbakar bertambah dari 14 hektare menjadi 19 hektare.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyebutkan, perluasan titik api dipicu cuaca panas ekstrem yang disertai tiupan angin kencang. Kondisi tersebut mempercepat pengeringan vegetasi di lahan gambut sehingga api lebih gampang menjalar.
Petugas BPBD bersama unsur terkait lain masih berjibaku memadamkan api di lokasi. Upaya ini dilakukan untuk mencegah karhutla meluas lebih jauh sekaligus meminimalkan dampak kabut asap terhadap warga sekitar.
Kebakaran di kawasan gambut Samatiga ini sudah berlangsung sekitar dua pekan. Api sulit dipadamkan secara tuntas karena karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar hingga ke bagian bawah permukaan tanah, terutama saat musim kering.
Angin kencang yang bertiup di wilayah tersebut turut memperbesar risiko api merembet ke area lain. Vegetasi yang kering akibat cuaca panas ekstrem menjadi bahan bakar yang mempercepat penjalaran api di kawasan gambut.
Petambahan luas lahan terbakar dari 14 hektare menjadi 19 hektare dalam waktu dua pekan menunjukkan tren yang belum melandai. Petugas di lapangan pun dituntut bekerja ekstra untuk mengendalikan sebaran api sebelum kian meluas.
Selain berdampak pada lahan gambut, karhutla semacam ini rawan menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi kebakaran. BPBD Aceh Barat menjadikan pencegahan dampak asap sebagai salah satu fokus penanganan di lapangan.
Lahan gambut dikenal sebagai jenis lahan yang rentan terbakar saat musim kemarau. Kandungan bahan organik di dalamnya membuat api bisa terus membara meski permukaan tanah terlihat sudah padam.
Kondisi ini membuat proses pemadaman menjadi lebih menantang dibanding kebakaran di lahan biasa. Petugas harus memastikan titik api benar-benar padam hingga ke lapisan gambut yang lebih dalam.
Cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan Samatiga turut menjadi faktor pemicu utama meluasnya karhutla di Desa Deuah. Kombinasi suhu tinggi dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam di lapangan.
BPBD Kabupaten Aceh Barat memastikan upaya pengendalian karhutla di lahan gambut Desa Deuah masih berlangsung hingga saat ini. Petugas terus dikerahkan untuk mencegah perluasan area terbakar sekaligus mengurangi risiko kabut asap bagi masyarakat sekitar.
Tinggalkan Komentar
Komentar