Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperbanyak penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional dan internasional. Selain menjadi ruang pembinaan atlet, kegiatan tersebut diarahkan untuk menarik pengunjung sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta memiliki fasilitas, jaringan transportasi, dan pengalaman penyelenggaraan yang mendukung pengembangan wisata olahraga atau sport tourism.

"Kami akan terus memperbanyak penyelenggaraan kegiatan olahraga karena manfaatnya sangat luas,” kata Pramono saat membuka Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di Lapangan Tenis Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Menurut Pramono, kegiatan olahraga dapat menumbuhkan gaya hidup sehat, memperkuat ekosistem olahraga nasional, serta menciptakan aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, dan usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Kami ingin Jakarta menjadi kota yang mampu melahirkan prestasi sekaligus menjadi destinasi sport tourism utama di Indonesia," katanya.

Turnamen Diikuti Atlet dari 23 Provinsi

Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 diikuti 322 peserta. Sebanyak 178 di antaranya merupakan atlet nasional dari 23 provinsi, sedangkan 144 lainnya berasal dari 12 instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD.

"Kehadiran para atlet dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan olahraga berskala nasional," ujar Pramono.

Ia berharap kompetisi tersebut dapat menambah pengalaman bertanding para atlet sekaligus menjadi tempat pencarian bibit petenis potensial. Turnamen berkelanjutan dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur hingga kompetisi internasional.

Ketua Pengprov Persatuan Tenis Lapangan Indonesia DKI Jakarta Hari Nugroho menjelaskan turnamen tersebut masuk kategori Tenis Diakui Pelti tingkat nasional dan memperebutkan hadiah total Rp250 juta.

"Turnamen ini bertujuan meningkatkan kualitas dan prestasi petenis Indonesia, khususnya dalam penentuan Peringkat Nasional PELTI (PNP), sekaligus menjadi ajang pemanasan menuju PON 2028," katanya.

Peserta kategori nasional mencakup sejumlah petenis yang masuk dalam 10 besar peringkat nasional putra dan putri, antara lain Tegar, Luki, dan Mishka.

Event Olahraga Dinilai Berdampak ke Banyak Sektor

Strategi pengembangan sport tourism sebelumnya diterapkan melalui BTN Jakarta International Marathon atau JAKIM 2026. Ajang tersebut diikuti 45.500 peserta, meningkat sekitar 47 persen dibandingkan penyelenggaraan pada 2025 yang diikuti sekitar 31.000 pelari.

Pemprov DKI menilai kegiatan dengan puluhan ribu peserta dapat menciptakan pergerakan ekonomi karena kebutuhan akomodasi, makanan, transportasi, perlengkapan olahraga, dan layanan lain turut meningkat.

“Saya meyakini, semakin banyak ajang seperti ini digelar, semakin kuat pula posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism dunia yang mampu menarik wisatawan, menggerakkan perekonomian, serta memperkenalkan wajah Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing,” kata Pramono setelah penyelenggaraan JAKIM 2026.

Dampak serupa juga terlihat pada JAKIM 2025 yang mendatangkan 31.000 peserta dari 51 negara. Pemprov DKI ketika itu menyebut tingkat hunian hotel meningkat dan kegiatan UMKM di sekitar lintasan ikut bergerak selama penyelenggaraan maraton.

“Penutupan jalan justru berdampak positif. Hotel-hotel penuh, UMKM hidup. Ini menunjukkan BTN JAKIM 2025 memberi manfaat luas bagi perekonomian kota,” jelas Pramono.

Fasilitas dan Transportasi Olahraga Diperkuat

Untuk mendukung lebih banyak kejuaraan, Pemprov DKI melanjutkan revitalisasi fasilitas olahraga dan membenahi akses menuju lokasi pertandingan. Penguatan tersebut mencakup peningkatan konektivitas angkutan umum, perluasan jaringan LRT, serta integrasi KRL dengan pusat aktivitas dan kawasan olahraga.

Jakarta juga ditetapkan sebagai salah satu daerah penyangga PON 2028. Pemerintah provinsi mengalokasikan Rp166 miliar dalam APBD 2027 untuk merevitalisasi sejumlah arena yang akan digunakan dalam pertandingan 17 cabang olahraga.

Cabang yang direncanakan bertanding di Jakarta antara lain akuatik, anggar, senam, menembak, balap sepeda, berkuda, tenis lapangan, gulat, boling, dayung, squash, serta skateboard dan sepatu roda.

"Jakarta mempunyai sarana dan prasarana yang sangat memadai, tidak hanya berstandar nasional, tetapi juga internasional, jadi tentu menjadi kebanggaan bagi atlet yang bertanding karena venue-nya juga pernah digunakan pada ajang internasional, sehingga kami akan terus berbenah," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah.

Selain memperbaiki arena, pemerintah berencana melibatkan UMKM dalam penyelenggaraan PON agar kegiatan olahraga turut menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Transportasi umum yang terhubung dengan lokasi pertandingan dan penginapan atlet juga akan dioptimalkan.

Dengan penyelenggaraan kompetisi secara rutin, Pemprov DKI menargetkan Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai kota tujuan bagi atlet, penonton, komunitas, dan wisatawan yang datang untuk mengikuti berbagai agenda olahraga.