Periskop.id - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain lewat serangan rudal balistik dan drone, Minggu (26/8). Klaim itu disiarkan televisi nasional Iran, IRIB, dan dilaporkan kantor berita Turki Anadolu.
Operasi tersebut, menurut IRGC, dilancarkan dengan melibatkan kekuatan laut dan udara secara bersamaan. Sasarannya mencakup Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan Armada Kelima AS di Bahrain.
IRGC menyebut serangan ini sebagai balasan atas agresi AS terhadap fasilitas Iran di Sirik dan Pulau Qeshm sebelumnya.
Anadolu melaporkan, operasi itu dilancarkan beberapa jam setelah ketegangan memuncak di perairan Teluk. Serangan ini dinilai sebagai salah satu aksi langsung Iran yang paling signifikan terhadap aset AS di kawasan sejak konflik kedua negara pecah.
Eskalasi itu terjadi di tengah perjanjian gencatan senjata yang sudah ditandatangani kedua pihak. Iran dan AS sebelumnya telah meneken Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang difasilitasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
MoU tersebut mulai berlaku pada 18 Juni, setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatanganinya secara elektronik.
Dokumen itu mencakup sejumlah poin penting, yakni penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran.
Tinggalkan Komentar
Komentar