iklan periskop
Energi

Hormuz Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati US$85 per Barel

Ketegangan di Selat Hormuz kembali mendorong harga minyak dunia naik, dengan Iran masih menahan pembukaan penuh jalur pelayaran strategis tersebut.

20 jam yang lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi fasilitas pengeboran minyak dunia. Foto: Envato
Ilustrasi fasilitas pengeboran minyak dunia. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak dunia melonjak mendekati US$85 per barel pada Senin (10/8), dipicu meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Iran dilaporkan masih menahan pembukaan penuh jalur pelayaran strategis tersebut, sehingga pasar energi kembali dibayangi ketidakpastian.

Iran diketahui telah mencapai kesepakatan dengan Oman untuk menentukan jalur pelayaran baru di selat tersebut. Namun, kapal-kapal asal Amerika Serikat tetap diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan tambahan sebelum dapat melintas.

"Selat ini kini sebenarnya merupakan medan perang bagi kami, bukan sekadar jalur perairan," tulis Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dalam keterangan resmi, Senin (10/8), seperti dilaporkan AFP.

IRGC menegaskan bahwa strategi mereka adalah mempertahankan penutupan Selat Hormuz hingga pihak lawan memenuhi seluruh syarat yang diajukan. Salah satu tuntutan utama adalah kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent tercatat naik US$1,20 atau 1,44% menjadi US$84,79 per barel pada pukul 22:06 GMT (05:06 WIB). Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turut menguat 1,08% atau US$1,12 menjadi US$79,29 per barel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut pembahasan dengan Oman terkait lalu lintas dan pengelolaan Selat Hormuz telah mendekati tahap akhir.

Ia menambahkan, pembukaan kembali selat tersebut masih bergantung pada sejumlah syarat tambahan, termasuk kompensasi atas pelanggaran terhadap kesepakatan yang dicapai pada Juni.

Araghchi juga membantah kabar bahwa Iran tengah bernegosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan kedua negara hanya berkomunikasi melalui perantara.

Selat Hormuz merupakan jalur utama logistik energi dunia, di mana sebagian besar pasokan minyak global melintas menuju pasar internasional. Ketidakpastian di jalur ini berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak global.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan penuh Selat Hormuz untuk seluruh jalur pelayaran. Status jalur strategis tersebut masih sangat bergantung pada perkembangan negosiasi antara Iran, Oman, dan Amerika Serikat.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai harga minyak dunia hari ini, Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan Kementerian Luar Negeri Iran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.