Negosiasi AS-Iran Mandek, Teheran Perkuat Postur Militer
Iran menata ulang jajaran petinggi militernya ke arah doktrin yang lebih agresif, di tengah perundingan dengan AS soal Selat Hormuz yang masih menemui jalan buntu.

Periskop.id - Iran menata ulang struktur militernya menjadi lebih agresif dalam menghadapi ancaman dari luar negeri. Langkah ini muncul di tengah perundingan dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang masih menemui jalan buntu.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tercatat melakukan sejumlah penunjukan pejabat tinggi militer belakangan ini. Jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Reza Naqdi menyebut penunjukan tersebut menandai pergeseran menuju apa yang disebutnya "doktrin ofensif".
"Ketika kondisi menguntungkan dan perintah diberikan, kami harus mampu membawa operasi ke wilayah musuh," kata Naqdi, yang kini menjadi penasihat komandan baru IRGC, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Selasa (11/8).
Naqdi membandingkan pendekatan baru itu dengan doktrin Iran sebelum perang berlangsung. Menurutnya, doktrin lama lebih berorientasi pada pertahanan wilayah ketimbang menyerang lebih dulu.
Pergeseran doktrin ini disampaikan Naqdi ketika belum ada tanda-tanda terobosan dalam perundingan Iran dan AS terkait Selat Hormuz.
Iran dan AS sama-sama mengklaim kendali atas jalur air strategis tersebut. Kedua pihak juga saling menuntut konsesi yang kemungkinan sulit dipenuhi oleh masing-masing negara.
Perang antara Iran dan AS sendiri telah memasuki bulan keenam. Meski permusuhan di lapangan sudah mereda, perdamaian permanen belum terwujud.
Pakistan dan Qatar tercatat menjadi mediator dalam upaya mengakhiri konflik tersebut. Namun proses mediasi itu disebut semakin sulit membawa kedua negara ke kesepakatan damai yang bersifat permanen.
Sinyal penataan ulang militer ini menunjukkan Teheran bersiap menghadapi periode konflik regional yang berkepanjangan. Penunjukan pejabat militer baru oleh Khamenei dinilai memperkuat arah kebijakan tersebut.
Doktrin lama Iran, menurut Naqdi, "pada dasarnya didasarkan pada pertahanan dan menjaga keutuhan negara".
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Mojtaba Khamenei, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan AS-Israel Serang Iran dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.