iklan periskop
Internasional

Kekeringan Landa 71,3% Wilayah Inggris Usai Juli Terkering

Empat wilayah baru di Inggris resmi berstatus kekeringan, menjadikan 71,3% wilayah negara itu terdampak usai Juli tercatat sebagai bulan terkering sejak 1836.

23 jam yang lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi gelombang panas
Ilustrasi gelombang panas. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kelompok Kerja Kekeringan Nasional Inggris (National Drought Group) menetapkan empat wilayah baru resmi berstatus kekeringan pada Senin (10/8). Total kawasan yang dilanda kekeringan di Inggris kini mencapai 71,3% dari seluruh wilayah negara itu.

Menteri Urusan Perairan Inggris Emma Hardy, yang hadir dalam rapat kelompok kerja tersebut, menyampaikan keprihatinannya atas beratnya musim panas tahun ini. Ia menyoroti dampaknya terhadap para petani yang berada di garis depan menghadapi perubahan iklim serta meningkatnya frekuensi banjir dan kekeringan.

"Kami meningkatkan dukungan kami, termasuk berupaya memudahkan para petani untuk membangun lebih banyak waduk irigasi di lokasi mereka. Kami juga mewujudkan perubahan jangka panjang di sektor air untuk mengurangi kebocoran dan menyediakan sembilan waduk baru dan skema transfer air guna menjamin pasokan," kata Hardy dalam rapat Kelompok Kerja Kekeringan Nasional, Senin (10/8).

Empat wilayah yang baru ditetapkan itu meliputi East Midlands, Lincolnshire dan Northamptonshire, Kent dan East Sussex, serta Solent dan South Downs. Wilayah-wilayah tersebut kini bergabung dengan separuh Inggris dan seluruh Wales yang lebih dulu dilanda kekeringan.

Sekitar 45 juta orang kini tinggal di wilayah yang terdampak kekeringan tersebut. Lebih dari 27 juta orang di antaranya bahkan sudah menghadapi pembatasan penggunaan air, menurut laporan Kelompok Kerja Kekeringan Nasional.

Peringatan kesehatan terkait cuaca panas turut ditingkatkan di seluruh Inggris menjelang gelombang panas ekstrem yang diperkirakan berlangsung sepekan. Suhu tertinggi diprediksi menyentuh 36 derajat Celcius di kawasan tenggara Inggris pada Kamis (13/8).

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat 2.877 kematian akibat gelombang panas sepanjang Mei dan Juni. Jumlah itu naik hampir dua kali lipat dibandingkan musim panas 2025 yang mencatat 1.504 kematian.

Status kekeringan lebih dulu diumumkan di Wales pada Kamis (30/7), imbas suhu tinggi yang berlangsung terus-menerus. Sekitar separuh wilayah Inggris juga sudah memasuki status kekeringan sejak Juli lalu, setelah curah hujan mencapai rekor terendah, demikian dilaporkan Anadolu.

Keputusan penetapan status kekeringan diambil oleh Kelompok Kerja Kekeringan Nasional yang beranggotakan regulator, pejabat pemerintah, perusahaan air minum, dan organisasi pertanian. Ketua kelompok kerja itu, Tony Grayling, menegaskan kondisi ini bakal terus memburuk selama curah hujan signifikan belum turun.

"Kondisi kekeringan semakin memburuk dan akan terus berlanjut hingga kita mendapatkan curah hujan yang signifikan dan berkelanjutan. Kami menyadari bahwa cuaca panas dan kering ini benar-benar berdampak buruk pada sektor pertanian dan akan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan kita," kata Grayling.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Musim Kemarau 2026 dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.