iklan periskop
Internasional

Rusia-Ukraina Tak Berhenti Saling Serang, 4 Orang Tewas Termasuk Bocah 8 Tahun

Serangan drone Ukraina ke wilayah selatan Rusia dan balasan Moskow ke Odesa serta Sumy menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk bocah 8 tahun.

18 jam yang lalu · 2 mnt baca
Rusia-Ukraina Tak Berhenti Saling Serang, 4 Orang Tewas Termasuk Bocah 8 Tahun
Ilustrsi peperangan Rusia dan Ukraina. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Gubernur Krasnodar Venyamin Kondratyev melaporkan wilayah selatan Rusia diserang ratusan drone Ukraina pada Rabu (12/8). Serangan itu menewaskan seorang bocah 8 tahun di kota pelabuhan Novorossiysk.

Kondratyev menyebutkan, delapan orang lainnya mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di rumah sakit akibat gempuran tersebut. Ia menambahkan, puing-puing drone yang berhasil ditembak jatuh turut merusak 21 bangunan di kota itu.

"Seorang anak berusia 8 tahun tewas di Novorossiysk. Delapan orang, termasuk seorang anak, mengalami luka-luka dan telah dirawat di rumah sakit," kata Kondratyev dalam pernyataan via Telegram.

Foto-foto yang belum terverifikasi di media sosial memperlihatkan blok apartemen dengan jendela hancur dan sejumlah mobil yang hangus terbakar akibat insiden itu. Dua orang lainnya juga tercatat luka-luka di kota resor Gelendzhik yang berada di pesisir Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan, pihaknya berhasil menembak jatuh 502 drone Ukraina yang terdeteksi di wilayah Rusia dan area Laut Hitam sepanjang operasi semalam. Insiden ini menambah panjang rentetan serangan udara yang terjadi di kedua sisi garis konflik.

Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia melancarkan serangan udara memakai sejumlah rudal dan drone yang sebagian besar menyasar wilayah Odesa dan Sumy. Kyiv mengklaim dari 138 drone yang dikerahkan Rusia, sebanyak 112 unit berhasil ditembak jatuh atau dicegat.

Serangan drone Rusia juga menghantam kota garis depan Kherson di Ukraina bagian selatan. Otoritas kota tersebut melaporkan sedikitnya dua orang tewas, termasuk seorang perempuan yang rumahnya terkena hantaman drone.

Warga sipil di Kherson kerap menjadi korban serangan lantaran pasukan Rusia memiliki pangkalan di seberang Sungai Dnipro yang mengalir melintasi wilayah selatan Ukraina. Kondisi itu membuat kota tersebut rawan gempuran udara sepanjang konflik berlangsung.

Kyiv disebut semakin meningkatkan serangan terhadap Moskow sebagai bentuk pembalasan atas gempuran Rusia yang menurut mereka terjadi setiap hari terhadap kota-kota di Ukraina. Kedua negara tercatat terus saling melancarkan serangan udara dalam beberapa waktu terakhir, seperti dilansir AFP, Rabu (12/8/2026).

Di Krasnodar, satu korban lain tewas ketika puing drone jatuh di halaman rumah pribadi di Desa Volna. Kondratyev menuturkan, tim medis sempat berupaya menangani korban sebelum akhirnya dinyatakan tidak tertolong.

"Para dokter telah berusaha semaksimal mungkin, namun sayangnya mereka tidak dapat menyelamatkan nyawa pria tersebut," ujar Kondratyev.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Rusia-Ukraina, dan perang ukraina dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.