Iran Akan Rilis Video Mojtaba Khamenei di Depan Publik
Iran menyiapkan rilis video Mojtaba Khamenei tampil di publik untuk meredam spekulasi soal kondisinya yang menghilang sejak Maret lalu.

Periskop.id - Pemerintah Iran akan segera merilis rekaman video yang menampilkan pemimpin tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei, tampil di hadapan publik. Langkah ini diambil untuk menepis rumor soal kondisi kesehatannya yang beredar sejak Maret lalu.
Rencana perilisan video tersebut diumumkan oleh seorang komandan paramiliter senior Iran. Mojtaba diketahui belum pernah muncul lagi di depan umum sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu.
"Gambar-gambar dan bukti dokumenter yang akan dirilis di masa mendatang, yang menunjukkan pemimpin dan panglima tertinggi yang terhormat, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di antara rakyat, di jalan-jalan dan lingkungan, serta dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Bersenjata, akan sekali lagi mempermalukan musuh-musuh dan orang-orang yang bermaksud buruk terhadap bangsa Iran," kata Wakil Kepala Organisasi Paramiliter Basij Qasem Qoraishi, Minggu (9/8).
Absennya Mojtaba dalam waktu lama memicu spekulasi liar di kalangan publik. Sejumlah pihak menduga ia mengalami cacat fisik, lumpuh, bahkan disebut ikut tewas akibat serangan yang merenggut nyawa ayahnya.
Otoritas Iran membantah seluruh dugaan tersebut. Mereka bersikeras Mojtaba masih berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan politik dan militer negara hingga saat ini.
Media pemerintah Iran sempat merilis video berdurasi 12 detik pada Minggu lalu tanpa mencantumkan tanggal pengambilan gambar. Video itu memperlihatkan Mojtaba sedang duduk melingkar bersama sejumlah pejabat lainnya.
Sejumlah media di luar Iran menduga rekaman tersebut sebenarnya diambil sebelum perang meletus, bukan gambar terbaru seperti klaim otoritas Iran.
AS dan Israel secara konsisten melancarkan serangan yang menyasar sejumlah pemimpin politik dan militer Iran sepanjang perang berlangsung. Serangan tersebut turut menewaskan kepala keamanan Iran, Ali Larijani, pada 17 Maret lalu.
Ancaman berkelanjutan itu diduga menjadi alasan Teheran membatasi penampilan publik Mojtaba dengan alasan keamanan yang ketat. Presiden AS Donald Trump bahkan sempat melabeli para pemimpin Iran sebagai "bajingan" dan mengancam menargetkan lebih banyak pejabat jika Teheran terus menolak tuntutannya.
"Musuh berusaha menabur perselisihan di antara pasukan revolusioner dan umat beragama," ujar Qasem Qoraishi, yang juga mendesak seluruh lapisan masyarakat Iran untuk tetap waspada terhadap provokasi asing.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Mojtaba Khamenei, Ali Khamenei, dan Donald Trump dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.