Periskop.id - Peta politik Timur Tengah kembali berguncang setelah Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, resmi diangkat untuk menduduki posisi yang telah dipegang ayahnya selama hampir empat dekade.
Penunjukan ini terjadi menyusul kematian Ali Khamenei dalam sebuah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Mojtaba, yang lahir pada tahun 1969, bukanlah sosok baru dalam lingkaran kekuasaan Teheran. Meskipun ia menerima pendidikan agama sebagaimana saudara-saudaranya, Mojtaba diketahui belum mencapai tingkat Mujtahid, yaitu level yurisprudensi Islam tertinggi yang biasanya menjadi syarat mutlak bagi seorang Pemimpin Tertinggi.
Namun, profilnya yang rendah selama bertahun-tahun justru menyembunyikan peran sentralnya dalam birokrasi raksasa dan hubungan eratnya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Warisan Kekayaan Melampaui PDB Negara
Menjadi penerus Ali Khamenei bukan sekadar memegang tongkat otoritas politik dan agama, melainkan juga mengendalikan imperium keuangan yang mencengangkan.
Berdasarkan investigasi surat kabar Israel, Ynet, warisan kekayaan yang kini jatuh ke tangan keluarga Khamenei diperkirakan mencapai angka US$100 miliar hingga US$200 miliar.
Jika dikonversi, angka tersebut menempatkan pemimpin Iran ini dalam daftar 10 besar miliarder dunia versi Forbes, bersaing ketat dengan investor legendaris Warren Buffett.
Sebagai perbandingan, nilai kekayaan ini mencapai hampir setengah dari Produk Domestik Bruto (PDB) Iran tahun 2025 yang berada di angka US$434 miliar, serta lebih dari dua kali lipat nilai total ekspor minyak negara tersebut sepanjang tahun lalu.
Setad: Mesin Uang Tak Terjamah di Balik Bayangan
Fondasi utama dari kekuatan finansial ini adalah sebuah organisasi bernama Setad Ejraiye Farmane Hazrate Emam, atau yang lebih dikenal sebagai Setad.
Organisasi ini awalnya didirikan pasca-Revolusi Iran 1979 untuk mengelola properti yang ditinggalkan guna kegiatan amal. Namun, di bawah komando keluarga Khamenei, Setad menjelma menjadi mesin penghasil kekayaan raksasa.
Unit bisnis Setad menggurita ke berbagai sektor, mulai dari minyak dan telekomunikasi, hingga industri unik seperti peternakan burung unta dan produksi alat kontrasepsi.
Investigasi Reuters pada tahun 2013 menyimpulkan bahwa Setad adalah organisasi ekonomi raksasa yang hanya bertanggung jawab kepada Pemimpin Tertinggi, tanpa pengawasan parlemen maupun audit eksternal.
Dengan kepemilikan aset yang diperkirakan mencapai US$95 miliar, Setad beroperasi dengan impunitas penuh dan bebas dari wajib pajak.
Metode perluasan aset Setad sering kali memicu kontroversi. Organisasi ini dilaporkan kerap mengklaim properti milik pihak yang dianggap "musuh rezim" atau warga yang melarikan diri dari negara melalui pengadilan revolusioner.
Properti tersebut kemudian disita tanpa kesempatan bagi pemilik untuk membela diri, lalu dilelang atau dimasukkan ke dalam portofolio real estat organisasi.
Jejak Investasi Global dan Safe Haven di Eropa
Kekayaan Mojtaba dan keluarganya tidak hanya tertanam di dalam negeri. Hasil investigasi menunjukkan adanya diversifikasi investasi luas di luar negeri sebagai jaminan keamanan finansial.
Spanyol, khususnya Mallorca, menjadi salah satu tujuan favorit yang diduga digunakan untuk pencucian uang melalui kepemilikan resor mewah dan lapangan golf eksklusif.
Berdasarkan temuan investigasi Bloomberg tahun 2026, aset Mojtaba mencakup:
- Properti Mewah: Apartemen bernilai tinggi di London dan Dubai, serta hotel-hotel di Madrid dan Marbella.
- Sektor Strategis: Kepentingan bisnis pada aset pelayaran, perbankan, dan perhotelan di seluruh Eropa.
- Perusahaan Cangkang: Aliran dana dikelola melalui jaringan rumit di surga pajak seperti Liechtenstein dan Swiss menggunakan nama orang kepercayaan atau warga Iran berkewarganegaraan ganda.
Dengan kendali penuh atas Setad dan jaringan investasi global ini, Mojtaba memiliki kemampuan untuk mendanai aparat keamanan dan mempertahankan loyalitas politik tanpa perlu bergantung pada anggaran negara atau fluktuasi harga minyak dunia.
Sektor-sektor vital seperti kesehatan dan otomotif di Iran pun kerap ditekan untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan yang terhubung dengan keluarga ini agar tetap bisa beroperasi.
Kini, dengan posisi barunya, Mojtaba tidak hanya memegang kendali atas ideologi negara, tetapi juga memimpin salah satu struktur kekayaan paling tertutup dan paling kuat di dunia.
Tinggalkan Komentar
Komentar