Internasional

Ratusan Pemukim Israel Serbu Al-Aqsa Dikawal Polisi

Ratusan pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dengan kawalan polisi, memicu kemarahan Palestina atas pelanggaran status quo situs suci.

1 minggu yang lalu · 2 mnt baca
Ratusan Pemukim Israel Serbu Al-Aqsa Dikawal Polisi
Kompleks Masjid Al Aqsa. Andrew Shiva/Wikipedia
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Sebanyak 584 pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (13/8) pagi. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan personel Kepolisian Israel melalui Gerbang Maroko di sisi Tembok Ratapan.

Seorang pejabat Departemen Wakaf Islam Yerusalem, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengungkap peristiwa itu kepada media asing. Ia menyebutkan, kelompok pemukim tambahan diperkirakan akan kembali memasuki kompleks tersebut setelah waktu salat Zuhur.

"Setidaknya 584 pemukim Israel menyerbu kompleks masjid tersebut pada 13 Agustus pagi hari melalui Gerbang Maroko di sisi Tembok Ratapan dengan pengawalan kepolisian," kata pejabat tersebut kepada Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Jumat (14/8).

Sejumlah saksi mata menyebutkan, aksi penyerbuan itu mencakup ritual Talmud, doa, hingga tarian di area masjid. Perilaku tersebut dinilai melanggar status quo yang telah berlaku lama di kompleks Al-Aqsa.

Penyerbuan pada Kamis (13/8) itu bertepatan dengan hari pertama bulan baru dalam kalender Ibrani. Aksi serupa oleh pemukim Israel biasanya meningkat saat momen hari raya keagamaan Yahudi.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia. Bagi umat Yahudi, kompleks yang sama disebut Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diyakini sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

Berdasarkan status quo yang berlaku sejak lama, umat Yahudi diizinkan berkunjung ke kompleks tersebut namun dilarang menjalankan ritual keagamaan atau berdoa di dalamnya. Aturan itu bertujuan menjaga netralitas situs suci bagi kedua pemeluk agama.

Sejak 2003, Kepolisian Israel mengizinkan umat Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu. Jumlah pemukim yang masuk ke area tersebut dilaporkan terus bertambah dari tahun ke tahun sejak kebijakan itu diterapkan.

Warga Palestina memandang penyerbuan oleh umat Yahudi ke kompleks suci tersebut sebagai tindakan provokatif. Mereka menilai aksi itu melanggar kesucian situs serta berupaya mengubah status quo keagamaan yang berlaku.

Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara mereka. Klaim itu didasarkan pada resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut sejak 1967 maupun aneksasi yang dilakukan pada 1980.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Masjid Al Aqsa, dan Pembangunan permukiman Israel dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.