Militer Korsel Deteksi Peluncuran 10 Rudal Balistik Jarak Pendek dari Pyongyang Ke Arah Laut Timur
Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran 10 rudal balistik jarak pendek Korea Utara ke arah laut timur di tengah penghentian latihan gabungan AS.

Periskop.id - Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mendeteksi peluncuran setidaknya 10 rudal balistik jarak pendek dari wilayah Pyongyang pada Kamis (20/8). Proyektil militer Korea Utara tersebut terdeteksi melaju sejauh 300 kilometer ke arah laut timur Semenanjung Korea.
Otoritas militer Seoul menilai aksi penembakan ini sebagai langkah agresif yang berpotensi memicu ketegangan kawasan. Berdasarkan penjelasannya, pemantauan awal sempat mendeteksi satu proyektil tak teridentifikasi sebelum jumlahnya terkonfirmasi bertambah.
"Peluncuran rudal balistik ini merupakan tindakan serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," tegas kantor kepresidenan Korea Selatan di Seoul, Kamis (20/8).
Pemerintah Korea Selatan langsung merespons insiden keamanan tersebut secara cepat. Menurut Laporan Reuters, kantor kepresidenan Seoul telah menginstruksikan jajaran militer untuk mempertahankan status kesiapsiagaan penuh.
Langkah responsif itu dilanjutkan dengan menggelar rapat keamanan darurat secara mendadak. Berdasarkan keterangan resminya, forum tersebut dihadiri langsung oleh pejabat Kementerian Pertahanan serta petinggi militer.
Aktivitas pergerakan rudal Pyongyang ini turut terdeteksi oleh Pemerintah Jepang. Kantor Perdana Menteri Jepang menyampaikan konfirmasi awal melalui akun media sosial X terkait adanya dugaan peluncuran proyektil balistik tersebut.
Laporan stasiun televisi NHK menyebutkan bahwa pergerakan proyektil udara itu diperkirakan tidak masuk ke wilayah teritorial Tokyo. Menurut analisisnya, seluruh rudal jatuh di lautan yang berada di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.
Hingga saat ini, pihak Pyongyang belum memberikan pernyataan resmi mengenai aksi uji coba senjata terbarunya. Pihak Korea Selatan menduga penembakan ini dilakukan tanpa pemberitahuan navigasi internasional terlebih dahulu.
Aksi penembakan senjata api ini bertepatan dengan berstatus berakhirnya latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Menurut laporan media, porsi keterlibatan pasukan Washington dalam latihan tersebut sempat dipangkas atas perintah Presiden AS Donald Trump.
Kebijakan pengurangan porsi militer itu diputuskan Trump dengan alasan menjaga hubungan baiknya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Menurut rencana, Pemimpin AS tersebut juga dijadwalkan bakal menggelar pertemuan dengan Kim Jong Un pada akhir tahun ini.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai korea selatan, Korea Utara, dan rudal dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.