Periskop.id - Perusahaan media asal Korea Selatan yang tercatat di bursa, K Wave Media, resmi melepas seluruh kepemilikan Bitcoin miliknya. Perusahaan tersebut menjual sebanyak 88 BTC, sekaligus mengakhiri strategi penyimpanan aset kripto dalam kas perusahaan (Bitcoin treasury).

Langkah ini terungkap dari pemantauan akun Bitcoin Treasuries di platform X yang melacak kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan publik di seluruh dunia. K Wave Media, yang diperdagangkan dengan kode saham KWM, sebelumnya menyimpan 88 BTC sebagai bagian dari cadangan keuangan perusahaan sebelum akhirnya menjual seluruhnya.

Informasi ini juga diperkuat oleh dokumen yang diajukan ke regulator Amerika Serikat (SEC), yang menunjukkan bahwa K Wave Media terdaftar sebagai foreign private issuer. Status ini membuat keputusan keuangan perusahaan, termasuk penjualan Bitcoin, lebih transparan bagi publik.

Keluar Total, Bukan Sekadar Kurangi Porsi

Berbeda dengan perusahaan lain yang hanya mengurangi sebagian kepemilikan, K Wave Media memilih keluar sepenuhnya dari Bitcoin. Langkah ini dinilai sebagai perubahan strategi yang signifikan.

Jika perusahaan hanya menjual sebagian aset, biasanya hal itu dilakukan untuk mengambil keuntungan atau menyeimbangkan portofolio. Namun, penjualan total seperti ini mencerminkan perubahan kebijakan yang lebih mendasar terhadap penggunaan Bitcoin sebagai aset kas.

Melansir Coincu, Kamis (2/7)Keputusan perusahaan publik untuk melepas seluruh Bitcoin juga kerap menjadi perhatian investor, karena dapat mencerminkan pandangan manajemen terhadap prospek aset kripto ke depan.

Langkah K Wave Media terjadi di tengah beragamnya sikap perusahaan terhadap Bitcoin. Sejak Mei 2026, sejumlah perusahaan mulai meninjau ulang strategi investasi mereka di aset digital, terutama di tengah perubahan tren saham teknologi dan kripto.

Meski begitu, tidak semua perusahaan mengambil langkah yang sama. Sebagian tetap mempertahankan atau bahkan menambah kepemilikan Bitcoin, sehingga arah strategi korporasi terhadap kripto masih terpecah.

Dampak bagi Investor dan Pengamat Kripto

Sebagai perusahaan terbuka, keputusan K Wave Media menjadi data penting bagi investor yang memantau sentimen institusi terhadap Bitcoin. Namun, nilai 88 BTC tergolong kecil dibandingkan kepemilikan perusahaan besar lainnya.

Karena itu, dampak utamanya bukan pada jumlah aset yang dijual, melainkan pada arah kebijakan, yakni keluar total dari Bitcoin.

Bagi pasar Korea Selatan, langkah ini juga menambah referensi terkait hubungan antara perusahaan lokal dan aset kripto. Regulasi kripto di negara tersebut masih terus berkembang, termasuk dalam hal perlakuan aset digital dalam sistem keuangan.

Hingga saat ini, K Wave Media belum mengungkapkan harga jual Bitcoin tersebut, total dana yang diperoleh, maupun alasan spesifik di balik waktu penjualan.

Selain itu, belum jelas apakah dana hasil penjualan akan dialokasikan ke investasi lain, dibagikan kepada pemegang saham, atau digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan.

Investor kini menunggu pernyataan lanjutan dari manajemen atau dokumen tambahan yang menjelaskan arah kebijakan keuangan perusahaan ke depan.