Rosan: 260 BUMN Sudah Ditutup dalam Program Perampingan
Pemerintah bersama Danantara memangkas sekitar 260 perusahaan BUMN melalui divestasi, merger, likuidasi, dan konsolidasi untuk meningkatkan efisiensi.

Periskop.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan pemerintah telah memangkas sekitar 260 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui berbagai langkah restrukturisasi. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat tata kelola perusahaan pelat merah.
Rosan menjelaskan, dari total 1.074 perusahaan BUMN yang ada, pemerintah bersama Danantara tengah melakukan streamlining atau perampingan usaha melalui skema divestasi, merger, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal.
"Per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlahnya dari sekitar 260 perusahaan yang sudah kami tutup dengan divestasi," kata Rosan dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (14/8).
Salah satu contoh konsolidasi yang dilakukan adalah penggabungan perusahaan manajemen aset milik bank-bank dan lembaga keuangan BUMN.
Sebelumnya, masing-masing institusi memiliki perusahaan pengelola aset sendiri, namun kini digabungkan menjadi satu entitas untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat pengelolaan aset.
"Contohnya misal kita menggabungkan perusahaan aset manajemen yang tadinya setiap bank dan juga financial institution di bawah BUMN punya perusahaan aset manajemen sendiri itu kita gabungkan," tutup Rosan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Rosan Perkasa Roeslani, Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM, Restrukturisasi BUMN, RAPBN 2027, Nota Keuangan, dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.