WHO Pantau Varian Baru COVID-19 PQ.16.1.1, Terdeteksi di Singapura
WHO resmi memasukkan sublineage baru COVID-19, PQ.16.1.1, ke daftar varian pantauan usai terdeteksi menyebar cepat di Singapura dan sejumlah negara lain.

Periskop.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan sublineage baru COVID-19, PQ.16.1.1, sebagai variant under monitoring (VUM) pada 27 Juli 2026. Varian turunan Omicron JN.1 ini sudah terdeteksi di sejumlah negara, termasuk Singapura yang berbatasan langsung dengan Indonesia.
PQ.16.1.1 merupakan turunan dari NB.1.8.1 dan kini menjadi salah satu dari tujuh VUM yang dipantau WHO secara global. Berdasarkan data WHO, varian ini pertama kali teridentifikasi dari sampel yang dikumpulkan pada 25 Maret 2026.
Dibandingkan dengan NB.1.8.1, WHO mencatat PQ.16.1.1 memiliki sejumlah mutasi tambahan pada protein spike, yakni D253G, N417T, D420N, dan I478T. Varian ini juga membawa mutasi Nucleocapsid T135I serta ORF8 G8E.
Data awal menunjukkan kemampuan PQ.16.1.1 mengikat reseptor ACE2 manusia lebih rendah dibandingkan NB.1.8.1. Varian ini juga menunjukkan penurunan sensitivitas terhadap sejumlah antibodi monoklonal yang menyasar bagian tertentu dari protein spike.
Meski ada sejumlah perubahan pada protein spike, respons antibodi terhadap PQ.16.1.1 dan NB.1.8.1 tercatat masih serupa pada sampel plasma orang yang pernah terpapar Omicron. Berbeda halnya pada kelompok yang sebelumnya menerima vaksin berbasis galur Wuhan-Hu-1, kadar antibodi terhadap PQ.16.1.1 tercatat sedikit lebih rendah dibanding NB.1.8.1.
Temuan awal ini mengindikasikan peningkatan penyebaran PQ.16.1.1 kemungkinan tidak semata dipicu kemampuan mengikat reseptor ACE2. Kemampuan varian menghindari respons dari kelompok antibodi tertentu turut diduga berperan.
Hingga 8 Juli 2026, sebanyak 457 sekuens PQ.16.1.1 dengan tanggal pengambilan sampel hingga minggu epidemiologi ke-25 dilaporkan ke GISAID dari delapan negara. Sebanyak 438 sekuens atau 95,8% di antaranya berasal dari kawasan Pasifik Barat.
Singapura menyumbang 388 sekuens atau 84,9% dari total sekuens global yang dilaporkan. Sisanya tersebar di Hong Kong SAR sebanyak 34 sekuens, Australia dan Amerika Serikat masing-masing 10 sekuens, Kanada 8 sekuens, Korea Selatan 5 sekuens, serta Prancis dan Taiwan masing-masing 1 sekuens.
Secara global, proporsi PQ.16.1.1 di antara sekuens yang tersedia naik dari 2,7% pada minggu epidemiologi ke-18 menjadi 29,6% pada minggu ke-25. Di kawasan Pasifik Barat, proporsinya melonjak dari 5,4% menjadi 39,3% pada periode yang sama.
Di Singapura, proporsi PQ.16.1.1 naik dari 12,6% pada minggu ke-18 menjadi 55,1% pada minggu ke-25. Di Hong Kong, proporsinya juga meningkat dari 20% menjadi 66,7%, meski angka pada minggu ke-25 baru berdasarkan empat dari enam sekuens yang dilaporkan pekan itu.
Tingkat hasil positif tes SARS-CoV-2 dari sistem pemantauan di Singapura naik cepat dari 6,5% pada minggu epidemiologi ke-16 hingga menyentuh puncak 19,8% pada minggu ke-19. Angka tersebut bertahan tinggi hingga minggu ke-22, sebelum akhirnya menurun sampai minggu ke-25.
WHO mencatat pola kenaikan kasus tersebut mirip dengan tren musiman yang terjadi pada 2024 dan 2025. Bedanya, periode kenaikan kasus positif pada 2026 berlangsung lebih singkat dan penurunannya setelah mencapai puncak juga lebih cepat.
WHO menyatakan tidak menerima laporan kasus berat maupun kematian terkait COVID-19 selama periode pemantauan tersebut.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai World Health Organization (WHO), dan covid-19 dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.