iklan periskop
Komoditas

Harga Minyak Turun 3 Hari Beruntun Imbas Dialog Iran-Oman

Harga minyak dunia terkoreksi tiga hari beruntun usai Iran dan Oman membahas kerangka sementara untuk pengiriman lewat Selat Hormuz.

19 jam yang lalu · 2 mnt baca
Harga Minyak Dunia Tertekan Kekhawatiran Pasokan, Meski Permintaan AS Masih Kuat
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026). West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange tercatat di US$80,97 per barel pada pukul 07.17 WIB, turun 1,69% dibanding hari sebelumnya yang berada di US$82,36 per barel.

Koreksi ini menandai penurunan tiga hari beruntun. Pelemahan terjadi seiring pembicaraan Iran dan Oman soal kerangka kerja sementara untuk kelancaran pengiriman melalui Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan Bloomberg, harga minyak Brent juga tergerus ke bawah level US$87 per barel. Penurunan sepanjang pekan ini bahkan mencapai 8%.

Pembicaraan tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan koleganya dari Oman, Badr Albusaidi. Keduanya membahas inisiatif pembangunan koridor maritim bersama secara sementara di kawasan tersebut.

Kantor Berita Oman menyebutkan, pembicaraan teknis antara kedua negara akan berlanjut. Tujuannya menyepakati koridor maritim permanen untuk kawasan Selat Hormuz.

Selain soal koridor permanen, negosiasi juga mencakup pengelolaan selat di masa depan. Mekanisme pertukaran informasi, manajemen lalu lintas, hingga penyediaan layanan maritim dan keamanan turut jadi bahasan.

Sinyal positif dari meja perundingan ini membuat pelaku pasar sedikit melonggarkan kekhawatiran soal gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia. Selat Hormuz selama ini jadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Meski terkoreksi dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah masih tercatat naik sekitar 40% sepanjang tahun ini. Kenaikan tersebut dipicu konflik Amerika Serikat dan Iran yang membatasi pasokan dari Teluk Persia.

Investor pasar minyak juga tampak mengabaikan rencana Amerika Serikat untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Fokus pasar saat ini lebih tertuju pada perkembangan dialog Iran-Oman yang dinilai berpotensi meredakan ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pergerakan harga minyak dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kelanjutan negosiasi kedua negara. Kesepakatan permanen soal pengelolaan Selat Hormuz berpotensi jadi faktor penentu arah harga minyak selanjutnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Abbas Araghchi, Badr Albusaidi, New York Mercantile Exchange (NYMEX), harga minyak dunia, West Texas Intermediate (WTI), dan Brent Crude dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.