Periskop.id - Perlintasan jalur layang LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono telah tersambung 100% pada Jumat (9/1). Perlintasan ini merupakan salah satu titik kritikal pada lintasan LRT Jakarta Fase 1B.
"Kami bersyukur proses penyambungan dapat diselesaikan sesuai rencana," kata Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Dian Takdir di Jakarta, Sabtu (10/1).
Dian mengatakan, capaian ini mencerminkan kolaborasi yang solid antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro), kontraktor, operator tol serta para pemangku kepentingan.
Bentang girder sepanjang 120 meter ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melintas di atas jalan tol aktif, dengan lalu lintas padat tanpa penutupan total.
Konstruksi dilaksanakan menggunakan metode "balanced cantilever", yaitu pembangunan bertahap dan seimbang dari dua sisi sehingga presisi struktur terjaga dengan gangguan lalu lintas yang minimal.
"Hal ini sejalan dengan 'progres' pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22% hingga akhir 2025," serunya.
Keberhasilan penyambungan perlintasan tersebut tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga menandai tersambungnya secara fisik jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka.
Jalur ini menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel layang terintegrasi. Lalu sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak dan Jalan Sultan Agung juga telah tersambung.
Pekerjaan rel (track work) telah mencapai 4,7 kilometer (km) dari total 12,8 km. Sementara pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal dan "plumbing" (MEP) tengah berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman dan Stasiun Manggarai.
Dari sisi lingkungan, LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon, per penumpang per kilometer, dibandingkan kendaraan pribadi.
Peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta, juga mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi publik yang berdampak pada pengurangan kemacetan dan penurunan jejak karbon perkotaan.
Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mencapai pengurangan emisi sebesar 2.927.250 ton CO₂e, dengan target peningkatan jumlah penumpang hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028.
Sejalan dengan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
LRT Jakarta pun berkontribusi pada pemenuhan "gap" indikator pembangunan kota. Khususnya dalam menghadirkan ruang kota yang nyaman untuk dihuni, lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, aksesibilitas intra dan interkota yang terkoneksi serta kapasitas inovasi yang berkelanjutan.
"Tersambungnya perlintasan di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono ini menjadi momentum penting menuju tahap penyelesaian berikutnya, sekaligus menegaskan komitmen Jakpro dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang andal, aman dan berkelanjutan bagi warga Jakarta," tuturnya.
Rute Perpanjangan
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memutuskan rute perpanjangan jalur LRT Jakarta, setelah fase 1B rute Velodrome-Manggarai pada 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, saat ini Pemprov DKI masih menyelesaikan LRT Jakarta fase 1B rute Velodrome-Manggarai.
Keputusan rute akan berlanjut ke Dukuh Atas atau justru membuka rute baru yaitu dari Velodrome-Kelapa Gading sampai dengan Tanjung Priok, kemudian ke JIS, Ancol sampai dengan PIK 2 dan sebagainya, akan disampaikan pada kemudian hari.
"Kalau itu bisa dibuka, maka semua koridor transportasi di Jakarta itu sudah terkoneksi dengan baik. Keputusannya tahun depan," kata Pramono.
Pada awal Desember lalu, Pramono menyampaikan, terkait rapat usulan perpanjangan rute LRT Jakarta Fase 1C yang menghubungkan Manggarai sampai Dukuh Atas dan Fase 2A hingga Jakarta International Stadium (JIS).
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar mengatakan, rencana pengembangan jalur baru LRT Jakarta menuju ke wilayah utara.
Dia mengungkapkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sudah memiliki kajian LRT Jakarta yang mencakup rute ke Manggarai, JIS, Dukuh Atas hingga Halim Perdanakusuma. Namun, untuk menyambung rute hingga ke PIK masih dikaji.
Tinggalkan Komentar
Komentar