Pembangunan Proyek MRT Fase 2A Habiskan Dana Rp25,3 Triliun
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A bernilai Rp25,3 triliun capai 62,68 %. Seluruh terowongan bawah tanah jalur Bundaran HI-Kota kini resmi terhubung.

Periskop.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) terus memacu penyelesaian proyek LRT/MRT jalur utama untuk memperkuat infrastruktur transportasi publik ibu kota. Proyek pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan tersebut menelan investasi sebesar Rp25,3 triliun.
Menurut Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Rendy Primartantyo, pembiayaan megaproyek ini bersumber dari skema pinjaman kerja sama. Kerja sama bilateral tersebut dilakukan secara resmi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang.
"Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Kamis (13/8).
Ia memaparkan, jalur sepanjang 5,8 kilometer ini akan membentang dari Stasiun Bundaran HI hingga kawasan Kota. Koridor bawah tanah tersebut dirancang melayani penumpang melalui tujuh stasiun strategis.
Jalur ini mencakup Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Penyelenggara membagi pengerjaan proyek menjadi dua tahap penyelesaian yang terukur.
Rendy menjelaskan, segmen Bundaran HI-Harmoni ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir 2027. Sementara itu, segmen Harmoni-Kota diproyeksikan rampung secara keseluruhan pada akhir 2029.
Rendy menyebutkan, realisasi fisik pembangunan Fase 2A per 25 Juli 2026 telah menyentuh angka 62,68 %. Capaian progresif tersebut melampaui dari target awal yang ditetapkan sebesar 61,92 %.
"Pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 93,90 persen dari target 93,89 persen," ujar Rendy.
Ia mengungkapkan, pengerjaan di Stasiun Thamrin saat ini mencakup pemulihan area pejalan kaki serta pembangunan kembali Halte Transjakarta. Selain itu, tim teknis sedang fokus menyelesaikan instalasi sistem MEP, pekerjaan atap, hingga pembenahan akses masuk.
Di area Stasiun Monas, pengerjaan difokuskan pada interior, pemulihan boks stasiun, serta pengujian sistem secara parsial. Berbagai tahapan krusial tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan operasional kereta bawah tanah.
Sementara itu, progres paket kontrak CP202 yang mencakup Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar dilaporkan sudah menyentuh 68,00 %. Pengerjaan struktur kompleks tersebut menjadi salah satu rekor teknis konstruksi sipil bawah tanah di Indonesia.
Capaian penting tercatat pada Juli 2026 saat mesin bor terowongan 1 berhasil menembus Stasiun Mangga Besar. Keberhasilan penembusan ini menandai terhubungnya seluruh jalur terowongan bawah tanah dari Bundaran HI menuju Kota.
Rendy menambahkan, pengerjaan paket CP203 di Stasiun Glodok dan Kota kini sudah mencapai angka 86,85 %. Tahapan arsitektural seperti pemasangan instalasi kabel, pemipaan, hingga pengecatan dinding terus dikebut oleh tim di lapangan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Moda Raya Terpadu (MRT), dan MRT Fase 2 dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.