periskop.id - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini ditutup menguat sebesar 76 poin ke level Rp16.820 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.896. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menguat hingga 80 poin.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Berjangka, Ibrahim Assuabi, mengatakan pergerakan pasar saat ini masih dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya menanti keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penunjukan Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru untuk menggantikan Jerome Powell.
"Ketua The Fed yang lebih lunak akan meningkatkan spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini," ucap Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/).
Namun demikian, data ekonomi Amerika Serikat terbaru menunjukkan kondisi perekonomian yang lebih solid dari perkiraan. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga tercatat melampaui ekspektasi, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stabilitas, sebagaimana disampaikan para pejabat The Fed. Kondisi tersebut membuat ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed 27–28 Januari dinilai semakin kecil.
"Kemudian, Presiden AS Donald Trump melunakkan ancaman terhadap Greenland setelah Trump mengatakan dia telah mengamankan akses total dan permanen AS ke Greenland dalam kesepakatan dengan NATO, yang kepala NATO mengatakan sekutu harus meningkatkan komitmen mereka terhadap keamanan Arktik untuk menangkal ancaman dari Rusia dan China," jelasnya.
Meski demikian, para pemimpin Uni Eropa dikabarkan akan mengkaji ulang hubungan dengan AS dalam pertemuan darurat, menyusul pernyataan Trump sebelumnya mengenai ancaman tarif hingga kemungkinan tindakan militer terkait Greenland.
Kata Ibrahim, Trump juga menyampaikan harapannya agar tidak terjadi tindakan militer lanjutan AS terhadap Iran, meskipun menegaskan bahwa AS akan bertindak jika Iran melanjutkan program nuklirnya.
Dari sisi domestik, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati dalam melakukan intervensi rupiah di pasar valuta asing, seraya menegaskan nilai tukar rupiah harus tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.
"IMF menilai pengaturan nilai tukar Indonesia masih mengambang secara de facto. Artinya, secara praktik, rupiah dibiarkan bergerak mengikuti mekanisme pasar, dengan pergerakan rupiah yang signifikan selama episode tekanan eksternal terbaru," ujar dia.
Dalam kondisi tersebut, BI menerapkan intervensi valuta asing (foreign exchange intervention/FXI) untuk mengelola volatilitas nilai tukar.
IMF mencatat intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot valuta asing, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga intervensi non-deliverable forward (NDF) di luar negeri. Namun demikian, IMF menekankan intervensi harus dilakukan secara bijaksana dan terukur.
Di sisi lain, lembaga moneter dunia tersebut juga menekankan bahwa upaya stabilisasi nilai tukar tidak boleh menghambat penyesuaian fundamental yang diperlukan, serta harus mempertimbangkan kebutuhan menjaga kecukupan cadangan devisa di tengah lingkungan eksternal yang rawan guncangan.
"IMF menilai posisi cadangan devisa Indonesia saat ini tetap memadai dan menyambut baik langkah otoritas dalam mengisi kembali cadangan ketika tekanan eksternal mulai mereda," tutur Ibrahim.
Seiring dengan itu, IMF juga menyoroti arah kebijakan moneter BI yang dinilai sudah tepat. BI tercatat telah menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin sebanyak enam kali sejak siklus pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dimulai pada September 2024 hingga September 2025, sehingga suku bunga acuan berada di level 4,75%, di tengah pertumbuhan kredit yang masih lemah.
Dengan demikian, Ibrahim memprediksi pada perdagangan Senin mendatang nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif, namun cenderung ditutup melemah di kisaran Rp16.820 hingga Rp16.850 per dolar AS. Sementara untuk pergerakan sepekan, rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp16.790 hingga Rp17.000 per dolar AS.
"Untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp. 16.820- Rp.16.850. Untuk sepekan Rp16.790-Rp17.000," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar