Moneter

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.763 per Dolar AS Kamis

Rupiah melemah di awal perdagangan Kamis, dengan pasar memantau eskalasi demonstrasi di depan Gedung DPR dan arah kebijakan calon pimpinan baru Bank Indonesia.

3 jam yang lalu · 2 mnt baca
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.763 per Dolar AS Kamis
Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika dan uang pecahan 100 ribu rupiah di Dolarasia Tebet, Jakarta, Senin, (27/4/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Rupiah membuka perdagangan Kamis (27/8) dengan pelemahan 0,29% ke level Rp17.763 per dolar Amerika Serikat. Tak lama berselang, mata uang Garuda kembali tergerus 0,36% ke Rp17.775/US$ pada pukul 09:05 WIB.

Pelemahan ini terjadi meski tekanan dari sentimen eksternal tercatat relatif mereda. Sejumlah sentimen domestik justru dinilai masih berpotensi menekan pasar keuangan Tanah Air sepanjang hari ini.

Pelaku pasar disebut akan mencermati perkembangan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung hari ini di depan Gedung DPR/MPR. Lokasi tersebut menjadi titik pemantauan utama para investor.

Skenario eskalasi ketegangan di lapangan berpotensi memicu sentimen risk-off di pasar keuangan. Kondisi ini bisa mendorong investor kembali melepas aset-aset berdenominasi rupiah.

Sebaliknya, jika situasi demonstrasi berjalan kondusif dan terkendali, pergerakan rupiah diperkirakan relatif terjaga. Meski begitu, bias pelemahan tetap membayangi dengan rentang proyeksi Rp17.740 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Selain isu demonstrasi, arah kebijakan Bank Indonesia (BI) turut menjadi perhatian pelaku pasar pagi ini. Perhatian ini muncul menyusul uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan bank sentral di DPR kemarin.

Destry Damayanti tampil sebagai kandidat tunggal calon Gubernur BI dalam uji kelayakan tersebut. Ia dipaparkan pandangannya bersama calon Deputi Gubernur Senior BI, Aida Suwandi Budiman, di hadapan anggota dewan.

Hasil pemaparan keduanya turut jadi bahan pertimbangan pasar dalam membaca arah kebijakan moneter ke depan. Ketidakpastian soal kepemimpinan bank sentral kerap berdampak pada persepsi investor terhadap stabilitas rupiah.

Kombinasi dua sentimen domestik ini, demonstrasi dan proses pergantian pucuk pimpinan BI, membuat pergerakan rupiah hari ini rawan fluktuasi. Pasar cenderung menunggu kejelasan dari kedua isu tersebut sebelum mengambil posisi lebih jauh.

Meski demikian, mereda-nya tekanan dari faktor eksternal memberi sedikit ruang bagi rupiah untuk tidak terjun terlalu dalam. Rentang pelemahan yang diproyeksikan pasar masih berada dalam batas Rp17.740-17.850/US$ selama situasi domestik tidak memburuk.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Destry Damayanti, Bank Indonesia (BI), Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), rupiah hari ini, dan Nilai tukar rupiah dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.