Moneter

BI Serap Rp24 Triliun dalam Lelang SRBI, Yield Turun ke 7%

Bank Indonesia memenangkan SRBI Rp24 triliun dalam lelang 28 Agustus 2026, dengan yield tenor 12 bulan turun menjadi 7%.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Gedung Bank Indonesia, Bank Indonesia, BI, Gedung BI
Suasana kompleks Bank Indonesia di Jakarta, Senin (13/4/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bank Indonesia memenangkan penawaran Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp24 triliun dalam lelang yang digelar pada 28 Agustus 2026. Jumlah tersebut berasal dari total penawaran yang masuk sebesar Rp43,5 triliun.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan rata-rata tertimbang (RRT) yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan dalam lelang tersebut turun menjadi 7% dari 7,37% pada lelang sebelumnya.

Erwin menjelaskan bahwa penurunan yield tersebut sejalan dengan rata-rata yield yang ditawarkan peserta lelang, yang juga turun menjadi 7,08% dari sebelumnya 7,45%.

"Rata-rata tertimbang (RRT) yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan turun menjadi 7%, dari 7,37% pada lelang sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan rata-rata yield yang ditawarkan peserta lelang, yang turun dari 7,45% menjadi 7,08%," ujar Erwin dalam keterangannya, Senin (31/8).

Erwin mengatakan perkembangan tersebut mencerminkan kondisi likuiditas di pasar uang dan perbankan yang terus dijaga Bank Indonesia melalui pengelolaan instrumen moneter secara terukur.

"Perkembangan ini sejalan dengan kondisi likuiditas pasar uang dan perbankan yang terus dijaga oleh Bank Indonesia melalui pengelolaan instrumen moneter secara terukur," tuturnya.

Ke depan, ia bilang, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter, termasuk SRBI, untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar.

Optimalisasi instrumen tersebut juga diarahkan untuk mendukung stabilitas pasar uang dan nilai tukar rupiah, sekaligus menjaga daya tarik aset domestik sehingga tetap mampu mendorong aliran masuk portofolio asing.

"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan instrumen moneter, termasuk SRBI, untuk menjaga kecukupan likuiditas, mendukung stabilitas pasar uang dan nilai Rupiah, serta tetap menarik aliran masuk portofolio asing," tutup dia.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), obligasi, dan SRBI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.