periskop.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan bahwa hingga Senin, 4 Mei 2026, jumlah jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi telah mencapai sembilan orang.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff mengatakan, penyebab wafat didominasi oleh penyakit kardiovaskular (jantung) dan gangguan pernapasan.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji Indonesia. PPIH memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Maria, Senin (4/5).
Maria melanjutkan, secara kumulatif tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 172 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 58 jemaah masih dalam perawatan.
“Secara umum, kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan penanganan optimal melalui layanan kesehatan di kloter, sektor, dan fasilitas rujukan,” ujarnya.
Adapun hingga hari ke-14 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah dan 793 petugas telah tiba di Madinah.
Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung bertahap, dengan 52 kloter berjumlah 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Tinggalkan Komentar
Komentar