iklan periskop
Nasional

Legislator Kecam Promosi Miras Gunakan Hafalan Alquran

Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq mengecam promosi miras berhadiah hafalan Alquran dalam festival musik The Sounds Project di Jakarta.

20 jam yang lalu · 2 mnt baca
Legislator Kecam Promosi Miras Gunakan Hafalan Alquran
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq. (Dok. DPR RI)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengecam keras promosi minuman beralkohol merek Newport dalam festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara. Langkah tersebut diambil usai promosi tersebut memicu kontroversi lantaran menggelar tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha berhadiah sebotol minuman keras.

Ia menilai tindakan itu sebagai perbuatan tercela yang menjadikan ayat suci Alquran sebagai bagian dari aktivitas pemasaran produk. Menurutnya, praktik ini melukai perasaan umat Islam sekaligus menjadi bentuk penghinaan terhadap kesucian Alquran.

"Saya mengecam keras tindakan tersebut. Menjadikan hafalan Surah Ad-Dhuha sebagai tantangan untuk mendapatkan hadiah minuman keras merupakan tindakan yang sangat tercela. Ayat suci Alquran tidak boleh dijadikan alat permainan atau gimmick untuk kepentingan promosi produk,” tegas Maman di Jakarta Utara, Selasa (11/8).

Politisi PKB Dapil Jawa Barat IX tersebut menegaskan bahwa kegiatan promosi dalam festival hiburan wajib memperhatikan etika serta norma agama. Ia menambahkan, kebebasan berkreasi maupun pemasaran sama sekali tidak boleh mengabaikan sensitivitas keagamaan masyarakat.

“Promosi tentu boleh dilakukan, tetapi harus tetap beretika dan menghormati norma agama. Jangan sampai kreativitas justru berubah menjadi tindakan yang merendahkan atau menyinggung kesucian agama,” lanjutnya.

Maman mendesak penyelenggara acara beserta pihak promotor untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Kejelasan informasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui kronologi terjadinya aktivitas tersebut.

"Penyelenggara dan pelaku promosi harus bertanggung jawab. Harus ada evaluasi dan penjelasan yang terbuka mengenai bagaimana kegiatan seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.

Ia berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh tim pemasaran di ruang publik. Menurut pandangannya, nilai-nilai luhur keagamaan tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar popularitas semata.

Politisi tersebut menekankan pentingnya komitmen bersama agar aksi pemasaran yang melanggar norma keagamaan tidak terulang kembali di masa depan. Langkah pengawasan ketat dinilai perlu diterapkan pada setiap agenda hiburan masyarakat.

“Jangan sampai demi mengejar perhatian publik dan viralitas, nilai-nilai agama dikorbankan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa kegiatan promosi yang tidak beretika dan melanggar norma agama tidak boleh terulang lagi,” pungkas Maman.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai DPR RI, dan Maman Imanulhaq dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.