iklan periskop
Nasional

BGN Laporkan Per 10 Agustus 2026 Telah Menutup 504 Dapur MBG Secara Permanen

BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena dinilai tidak layak secara sanitasi. Sekitar 3.000 dapur lainnya masih dalam pemeriksaan.

2 hari yang lalu · 2 mnt baca
Kepala BGN Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan perkembangan program MBG, di Kantor BGN, Jumat (31/7). Periskop.id/Rachel Farahdiba R
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah ditutup secara permanen setelah dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi berdasarkan laporan Dinas Kesehatan yang disampaikan melalui Kementerian Kesehatan.

“Sampai dengan hari ini, laporan yang per tanggal 10 kemarin hari Senin, itu ada 504 dapur, menurut laporan dari Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia yang dilaporkan melalui Kementerian Kesehatan, ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak untuk kemudian secara sanitasi,” ujar Kepala BGN Sudaryono, Jumat (14/8).

Sudaryono mengatakan, selain 504 dapur yang telah ditutup, sekitar 3.000 dapur lainnya saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan masing-masing daerah.

Namun demikian, dia menegaskan percepatan proses pemeriksaan tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan standar yang telah ditetapkan. Aspek keamanan pangan dalam MBG berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak.

“Sisanya ada sekitar 3.000 yang saat ini sudah mendaftar, sekarang sedang dicek oleh Dinas Kesehatan masing-masing, yang kemudian kami tunggu manakala dia tidak layak, maka mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak kita, itu tidak bisa kita tolong lagi,” tegasnya.

Sudaryono menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah membantu proses pengawasan dan penanganan persoalan keamanan pangan MBG. Ia juga menegaskan bahwa BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan program.

“Kami sampaikan ungkapan apresiasi dan rasa terima kasih kami dari Badan Gizi Nasional. Yang intinya kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero tolerance terhadap adanya kasus keracunan kemudian di kemudian hari,” tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Sudaryono, Badan Gizi Nasional (BGN), dan dapur MBG dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.