iklan periskop
Nasional

Delapan Ruas Jalan Nasional Tertutup Longsor Usai Gempa NTT, PU Kerahkan Alat Berat

Gempa M7,7 NTT memicu longsor di delapan ruas jalan nasional Flores. Menteri PU Dody Hanggodo mengerahkan alat berat untuk membuka akses terdampak

7 jam yang lalu · 4 mnt baca
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. dok. Kementerian PU
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan sedikitnya lima unit alat berat untuk membuka akses jalan nasional yang terganggu longsor setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8). Pemantauan awal menemukan material longsoran menutup atau mengganggu delapan ruas jalan nasional di Pulau Flores.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan seluruh jajaran balai di NTT meningkatkan kesiapsiagaan dan mendukung penuh penanganan pascabencana. Pembukaan jalan menjadi salah satu prioritas karena akses tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga pergerakan petugas dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody di Jakarta, Sabtu.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga, petugas telah diterjunkan untuk memantau sekaligus mengidentifikasi kondisi infrastruktur. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap karena aktivitas gempa susulan masih menjadi pertimbangan keselamatan tim di lapangan.

Longsor Ganggu Delapan Ruas Jalan Nasional

Berdasarkan pemantauan awal Kementerian PU, longsoran ditemukan di ruas Malwatar-Batas Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, Km 210-Batas Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Batas Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.

Sejumlah jalur tersebut memiliki peran penting dalam konektivitas antarkawasan di Flores. Karena itu, material tanah dan batu yang menutup badan jalan dibersihkan terlebih dahulu agar kendaraan masyarakat maupun armada penanganan bencana dapat melintas.

Untuk mempercepat pekerjaan, satu unit loader telah bergerak menuju lokasi di wilayah kerja PPK 3.3. Satu unit excavator juga dikerahkan untuk wilayah PPK 3.4. Sementara di wilayah PPK 4.1, dua unit loader menuju titik terdampak dan satu excavator disiagakan di Ende.

Kepala BPJN NTT Janto mengatakan petugas untuk sementara memusatkan pekerjaan pada pembukaan badan jalan. Pemeriksaan struktur jalan dan jembatan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena kondisi kegempaan masih diperhitungkan.

“Untuk sementara, tim di lapangan masih memprioritaskan pembersihan material longsoran pada badan jalan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan karena kami masih mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah kemungkinan adanya gempa susulan,” ujar Janto.

Kementerian PU selanjutnya akan memperbarui data kerusakan setelah asesmen dapat dilakukan lebih menyeluruh. Penanganan dilakukan bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi untuk mengembalikan fungsi jaringan jalan nasional.

Gempa M7,7 Berpusat di Laut Utara Flores

BMKG mencatat gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB. Parameter awal magnitudo 7,0 kemudian dimutakhirkan menjadi M7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.

Gempa tersebut dipicu aktivitas sesar naik dan sempat membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah kawasan di NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak lagi terjadi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur. Kondisi ini pula yang membuat pemeriksaan lebih detail terhadap infrastruktur jalan dan jembatan dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan petugas.

Korban Gempa NTT Capai 38 Orang

Penanganan infrastruktur berlangsung bersamaan dengan proses evakuasi dan pendataan korban. BNPB mencatat hingga pukul 15.00 WIB sebanyak 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, 11 orang luka ringan, dan sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri. Data tersebut masih bersifat sementara seiring proses verifikasi di lapangan.

"Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 hari ini terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.

Suharyanto juga mengonfirmasi adanya akses jalan yang tertutup longsor dan menyebut rincian penanganan jalan akan disampaikan Kementerian PU. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada rumah warga dan sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

Dody menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat yang menjadi korban sekaligus memastikan dukungan Kementerian PU terus diberikan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan," katanya.

Pembukaan jalan nasional menjadi bagian penting dari fase tanggap darurat karena konektivitas menentukan kelancaran evakuasi, mobilisasi personel, serta distribusi logistik ke daerah terdampak. Kementerian PU memastikan pemantauan terus dilakukan dan peralatan tambahan dapat dikerahkan berdasarkan hasil asesmen serta kebutuhan di lapangan.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Dody Hanggodo, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), gempa bumi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.