iklan periskop
Nasional

Badan Geologi Catat 8 Letusan Anak Krakatau Disertai Lava Pijar

Anak Krakatau tercatat meletus delapan kali dalam sehari disertai semburan lava pijar. Status gunung ini masih Siaga, warga dilarang mendekat.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Foto oleh PVMBG
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Foto oleh PVMBG
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan meletus sebanyak delapan kali dalam sehari. Letusan tersebut disertai semburan lava pijar, sementara status aktivitas gunung ini masih bertahan di Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi Muhammad Dika Nurzaman memaparkan, rentetan letusan itu terekam sepanjang periode pengamatan Minggu (16/8) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB. Ia menyebutkan, tinggi kolom letusan berkisar 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah dengan warna asap kelabu hingga hitam.

"Teramati delapan kali letusan dengan tinggi 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah, dimana warna asap teramati kelabu dan hitam. Selain letusan, juga teramati adanya semburan lava pijar," kata Muhammad Dika Nurzaman dalam laporan resmi di Jakarta, Senin.

Dari pengamatan visual, kondisi Gunung Anak Krakatau disebutkan bervariasi, mulai dari terlihat jelas hingga tertutup kabut. Kondisi ini turut memengaruhi jangkauan pantauan petugas terhadap aktivitas kawah.

Asap kawah, menurut laporan tersebut, teramati dalam tiga warna yakni putih, kelabu, hingga hitam. Intensitasnya berubah-ubah dari tipis, sedang, sampai tebal, dengan ketinggian asap membubung antara 10 hingga 300 meter di atas puncak.

Selain aktivitas letusan, instrumen kegempaan PVMBG turut merekam delapan kali gempa letusan dengan amplitudo 43-60 mm dan durasi 34-59 detik. Rekaman lain menunjukkan 46 kali gempa hembusan serta 11 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Tremor harmonik juga tercatat sebanyak 10 kali dalam periode pengamatan yang sama. Sementara itu, aktivitas tremor menerus atau microtremor turut terekam dengan amplitudo dominan 20 mm.

Status Siaga yang masih melekat pada Gunung Anak Krakatau membuat PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan. Larangan ini bertujuan mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik dari kawah aktif.

PVMBG Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif diminta dihindari demi keselamatan.

Radius aman tiga kilometer tersebut ditetapkan berdasarkan pola sebaran material vulkanik yang selama ini teramati dari letusan-letusan sebelumnya. Petugas PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas gunung ini secara berkala melalui pos pengamatan di lapangan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.