Periskop.id - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi pada Jumat (10/7) pukul 16:42 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu hitam pekat menjulang sekitar 250 meter di atas puncak.
PVMBG menguraikan, semburan abu tersebut setara ketinggian sekitar 407 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut dengan intensitas tebal.
"Tinggi kolom abu teramati ± 250 m di atas puncak (± 407 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut," demikian pernyataan PVMBG dalam keterangan resminya, Jumat (10/7).
Erupsi ini turut terekam pada seismogram. Amplitudo maksimumnya tercatat mencapai 55,2 milimeter.
Durasi getaran erupsi berlangsung sekitar 33 detik berdasarkan rekaman seismik PVMBG tersebut.
Meski terjadi letusan, PVMBG tidak menaikkan status gunung. Level III atau Siaga masih dipertahankan.
Seiring status itu, PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar menjauhi kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Larangan tersebut mencakup seluruh kegiatan di sekitar gunung, termasuk kunjungan wisata maupun aktivitas pendakian.
PVMBG juga menekankan agar warga tidak panik dan terus memperbarui informasi melalui instansi resmi terkait.
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari instansi terkait, serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan demi menjaga keselamatan," tulis PVMBG.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar