iklan periskop
Nasional

Bawa 8 Tuntutan Aksi, BEM UI Soroti Program Pemerintah yang Semrawut

BEM UI menggelar aksi di Bundaran HI dengan delapan tuntutan yang menyoroti program pemerintah semrawut, termasuk MBG dan PSN, serta menegaskan rakyat semakin lemah di hadapan nega...

5 hari yang lalu · 2 mnt baca
Bawa 8 Tuntutan Aksi, BEM UI Soroti Program Pemerintah yang Semrawut
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra (memegang mic) dalam orasinya di aksi massa BEM UI, Selasa (18/8). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Selasa (18/8). Aksi tersebut membawa delapan poin tuntutan yang menyoroti pelaksanaan program kerja pemerintah yang dinilai semrawut serta melemahnya posisi masyarakat di hadapan negara.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengungkapkan seluruh tuntutan memiliki benang merah mengenai ketimpangan kekuasaan dan minimnya mekanisme pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

“Ada delapan tuntutan. Benang merah dari semua tuntutan itu adalah bahwa negara hari ini semakin kuat, sementara rakyat semakin lemah. Detailnya beragam, mulai dari program-program PSN (proyek strategis nasional) yang bukan hanya masih dijalankan, tetapi dijalankan dengan semrawut,” kata Fathimah di kawasan Dukuh Atas, Selasa (18/8).

Fathimah juga menyoroti implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum dievaluasi secara tuntas, terutama setelah muncul sejumlah insiden keracunan yang menimpa anak-anak.

“Dengan masih banyak korban keracunan, bahkan anak-anak dari korban keracunan tersebut mengatakan bahwa mereka tidak ingin ada MBG lagi, langsung ke Pak Sudaryono. Sejauh ini belum ada evaluasi yang bermakna. Evaluasi yang bermakna adalah tidak terjadi lagi, bukan terus berulang dalam setahun,” ujarnya.

BEM UI menegaskan delapan poin tuntutan dalam demonstrasi bersifat mendesak guna mengembalikan fungsi kontrol (check and balances) demi membatasi kewenangan pemerintah agar tidak melampaui batas konstitusional.

“Dari delapan tuntutan itu, semuanya sama-sama mendesak, sama-sama sangat penting, sama-sama harga mati. Benang merahnya adalah negara ini semakin kuat,” tutur Fathimah.

“Sementara rakyat semakin lemah dan tidak ada check and balance yang memadai, yang betul-betul bisa membatasi kekuasaan pemerintah. Kekuasaan seharusnya dibatasi, dan itu yang mengkhawatirkan bagi kami. Kami tidak ingin hal ini semakin jauh dari kendali,” ungkapnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), dan Demo Hari Ini dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.