Periskop.id - Komite Olimpiade Internasional (IOC) meluncurkan program hibah finansial langsung senilai US$10.000 kepada setiap atlet Olimpiade. Pengumuman resmi itu disampaikan IOC pada Rabu (24/6) di Lausanne.

Program bertajuk Fit for the Future Olympian Grant ini dirancang agar para atlet bisa meneruskan karier di dunia olahraga atau menyiapkan diri untuk kehidupan setelah kompetisi di level elite.

"Hibah ini dibentuk untuk mendukung karier olahraga atau transisi karier para atlet Olimpiade," demikian pernyataan resmi IOC dalam pengumuman tersebut di Lausanne, Rabu (24/6).

Untuk merealisasikan program ini, IOC mengalokasikan dana sebesar US$140 juta per siklus Olimpiade empat tahunan. Besaran alokasi itu berlaku untuk setiap Olympiad atau periode empat tahun antara dua penyelenggaraan Olimpiade.

Para atlet yang berlaga di Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan dan Cortina d'Ampezzo, Italia, akan menjadi kelompok pertama yang merasakan manfaat dari hibah ini.

Program ini sekaligus menandai perubahan pendekatan IOC terhadap kesejahteraan atlet. Selama ini, IOC hanya menyalurkan pendapatan melalui komite Olimpiade nasional, federasi internasional, dan program dukungan atlet yang sudah berjalan.

Pembayaran langsung secara universal kepada setiap atlet Olimpiade belum pernah dilakukan IOC sebelumnya. Ini pertama kalinya organisasi tersebut menawarkan skema semacam itu.

Inisiatif ini merupakan bagian dari reformasi bertajuk Fit for the Future yang lebih luas. Reformasi tersebut diperkenalkan di bawah kepemimpinan Presiden IOC Kirsty Coventry, yang menjadikan dukungan langsung kepada atlet sebagai salah satu prioritas utama masa jabatannya.

Mekanisme pengajuan dan penyaluran hibah akan dikembangkan bersama struktur Komite Olimpiade Nasional yang sudah ada. IOC menargetkan proses pendaftaran untuk Milano Cortina 2026 mulai dibuka pada akhir tahun ini.

Pembayaran pertama dari program hibah tersebut dijadwalkan dilakukan pada 2027.