Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Tanpa Batas Waktu, Risiko Karhutla Masih Tinggi
TNGGP memperpanjang penutupan pendakian Gunung Gede Pangrango tanpa batas waktu setelah kebakaran. Pendaki yang telah memesan tiket dapat mengajukan refund

Periskop.id - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memperpanjang penutupan seluruh aktivitas pendakian Gunung Gede Pangrango hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diambil setelah rangkaian kebakaran di kawasan Alun-Alun Suryakencana dan Kawah Wadon serta masih tingginya risiko kebakaran selama musim kemarau.
Perpanjangan penutupan tertuang dalam Surat Edaran Kepala BBTNGGP Nomor SE.21 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 31 Agustus 2026. Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 September dan mencakup seluruh jalur pendakian di kawasan TNGGP. Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan, meski api di kawasan terdampak telah padam, kondisi vegetasi yang mengering membuat potensi munculnya kebakaran baru masih cukup tinggi.
"Musim kemarau membuat rumput dan pohon di kawasan taman nasional, terutama di puncak dekat kawah mengering, sehingga mudah terbakar dan dapat memicu terjadinya kebakaran akibat faktor alam dan kelalaian," ujarnya, Selasa (1/9).
Penutupan sekaligus dilakukan untuk memberi waktu bagi pemulihan ekosistem pascakebakaran serta menjamin keselamatan pendaki, wisatawan, masyarakat sekitar, dan penggiat alam bebas.
Kawah Wadon Terbakar hingga 5,8 Hektare
Kawasan Gunung Gede mengalami beberapa kejadian kebakaran sepanjang Agustus 2026.
Kementerian Kehutanan mencatat kebakaran vegetasi di sekitar Kawah Wadon pertama kali terpantau melalui kamera CCTV Pos Pengamatan Gunung Api Ciloto pada 7 Agustus sekitar pukul 03.00 WIB. Api kemudian bergerak dari area Kawah Wadon hingga Tanjakan Rantai yang merupakan bagian dari jalur pendakian.
Dalam perkembangannya, luas area terdampak di sekitar Kawah Wadon diperkirakan mencapai 5,8 hektare. Petugas juga sempat menemukan bara yang tersimpan di bawah tumpukan serasah tebal sehingga titik api dapat kembali muncul meski bagian permukaan terlihat padam.
Medan yang curam, serasah yang dalam serta lokasi sumber air yang jauh menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Tercatat, sekitar 80 personel gabungan sempat diterjunkan, sementara sumber air berjarak sekitar 1,3 kilometer dari titik kebakaran.
Sebelumnya, kebakaran juga melanda sekitar tiga hektare kawasan Alun-Alun Suryakancana. BPBD Cianjur menyebut penanganan kejadian tersebut melibatkan 115 petugas dan relawan sehingga api dapat dicegah merembet ke vegetasi edelweis.
Penutupan Pendakian Sudah Beberapa Kali Diperpanjang
Kebakaran membuat operasional pendakian Gunung Gede Pangrango mengalami beberapa kali penyesuaian sepanjang Agustus. Pada awal kejadian, seluruh jalur pendakian ditutup sementara pada 7-11 Agustus. Penutupan kemudian diperpanjang hingga 18 Agustus setelah tim masih menemukan kepulan asap dan potensi bara di Kawah Wadon.
BBTNGGP selanjutnya kembali memperpanjang penutupan hingga 31 Agustus untuk proses pendinginan, penyisiran, dan pengelolaan kawasan pascakebakaran. Pemantauan pada 17-18 Agustus memang tidak lagi menemukan titik api, bara maupun asap. Namun, pengelola belum langsung membuka kawasan karena diperlukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Mulai 1 September, penutupan kembali diperpanjang tanpa mencantumkan tanggal pembukaan. Artinya, belum ada kepastian kapan pendaki dapat kembali naik Gunung Gede maupun Pangrango.

Pendaki Bisa Ajukan Refund atau Reschedule
BBTNGGP memberikan pilihan kepada calon pendaki yang telah melakukan pemesanan untuk periode mulai 1 September 2026. Mereka dapat mengajukan pengembalian dana atau menjadwalkan ulang pendakian sesuai mekanisme yang disediakan pengelola.
“Para pendaki yang sudah mendaftar sejak tanggal 1 September dapat mengajukan pengembalian uang atau menjadwal ulang melalui aplikasi Simaksi TNGGP atau nomor WhatApp resmi,” tuturnya.
BBTNGGP juga akan mengirimkan tautan pengajuan refund melalui nomor WhatsApp resmi kepada calon pendaki menggunakan nomor telepon yang dicantumkan ketika melakukan pendaftaran.
Petugas ditempatkan di pintu masuk dan jalur pendakian untuk mencegah aktivitas pendakian ilegal selama penutupan. Masyarakat yang tinggal di sekitar kaki gunung turut dilibatkan dalam pengawasan.
"Selain petugas kami melibatkan masyarakat di kaki gunung untuk melakukan pengawasan dan pelaporan ketika mendapati pendaki ilegal selama penutupan," serunya.
Pengelola menegaskan pendaki yang tetap memaksakan diri masuk secara ilegal dapat dikenai sanksi administratif hingga larangan melakukan pendakian di taman nasional.
Kemarau Masih Mengancam hingga September
Keputusan memperpanjang penutupan juga sejalan dengan kondisi cuaca yang masih kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 79,9% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada dasarian II Agustus 2026. Jawa Barat termasuk wilayah yang sedang mengalami musim kemarau.
Sebanyak 90,29% wilayah yang dianalisis pada periode tersebut mengalami curah hujan rendah, sedangkan 88,61% mencatat sifat hujan di bawah normal. BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli-September. Sekitar 48,84% wilayah daratan Indonesia mencapai puncak kemarau pada Agustus, sedangkan 25,41% lainnya diperkirakan mengalaminya pada September.
Kondisi kering meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Dalam periode 25-27 Agustus saja, BMKG mencatat sedikitnya 15 kejadian karhutla di delapan provinsi, termasuk Jawa Barat.
Fenomena El Niño yang berada pada kategori kuat juga diperkirakan bertahan setidaknya hingga awal kuartal I-2027, sementara Indian Ocean Dipole positif berpotensi berkembang pada September-Desember 2026 dan semakin memperkuat kondisi kering.
Dengan kondisi tersebut, BBTNGGP belum menetapkan jadwal pembukaan kembali pendakian. Pemantauan vegetasi, pemulihan kawasan terdampak, serta perkembangan risiko kebakaran akan menjadi pertimbangan utama sebelum Gunung Gede Pangrango kembali dibuka bagi pendaki.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), pendakian gunung, gunung gede-pangrango, dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.