IHSG Ambruk 1,18% ke 6.298 di Sesi I Kamis (13/8)
IHSG terperosok ke 6.298,34 pada sesi I Kamis, tertekan pengumuman review dan rebalancing MSCI serta pelemahan di seluruh sektor saham.

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,18% pada perdagangan sesi I, Kamis (13/8/2026). Pelemahan ini terjadi setelah MSCI mengumumkan review dan rebalancing terhadap sejumlah saham.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terpangkas 75,50 poin dan berhenti di level 6.298,34 pada penutupan sesi pertama. Seluruh indeks sektoral kompak melemah, menjadikan koreksi ini menyeluruh di semua lini saham.
Sektor barang baku memimpin pelemahan dengan koreksi 2,48%. Sektor kesehatan menyusul di posisi kedua dengan penurunan 2,18%, sementara perindustrian dan energi masing-masing tergerus 1,65%.
Sektor barang konsumer non primer ikut melemah 1,27%. Adapun sektor transportasi turun 1,07%, teknologi 0,75%, keuangan 0,70%, properti dan real estate 0,64%, barang konsumer primer 0,59%, serta infrastruktur 0,57%.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan saham di BEI pada sesi I mencapai 17,50 miliar lembar. Nilai transaksinya tercatat Rp7,81 triliun.
Data BEI juga mencatat sebanyak 429 saham mengalami penurunan dan menjadi pemberat utama indeks. Di sisi lain, 175 saham berhasil menguat, sementara 183 saham lainnya bergerak stagnan.
Tiga saham anggota indeks LQ45 tercatat sebagai top losers pada sesi I ini. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memimpin penurunan dengan koreksi 7,75% ke level Rp655 per saham.
Posisi kedua ditempati PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) yang melemah 5,45% ke Rp520 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul dengan koreksi 4,60% ke Rp830 per saham.
Di tengah tren pelemahan mayoritas saham, beberapa emiten LQ45 justru berhasil mencatat penguatan. PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 2,42% ke Rp2.540 per saham, menjadi top gainer pertama di indeks tersebut.
PT Indosat Tbk (ISAT) berada di posisi kedua top gainers dengan kenaikan 1,63% ke Rp2.500 per saham. PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melengkapi daftar tersebut dengan penguatan 1,56% ke Rp2.600 per saham.
Koreksi IHSG pada sesi I Kamis ini menambah rentetan pelemahan indeks dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Data BEI menunjukkan tekanan jual masih mendominasi mayoritas saham di pasar modal Indonesia.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bursa Efek Indonesia (BEI), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Indika Energy Tbk (INDY), ihsg hari ini, dan Penutupan IHSG Hari Ini dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.